ARSIP

DBKL SIGAP HADAPI BENCANA
  • Akhmad Samiri

Kuala Lumpur, 07 Desember. SHujan yang terus mengguyur kota Kuala Lumpur membuat masyarakat harus waspada bencana. Tragedi pohon tumbang dan tanah runtuh perlu diwapadai.Perdana Mentri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi pun memberi arahan pada para pengembang untuk tidak membangun perumahan di daerah berbukit yang tanahnya labil.

Kejadian di tanah runtuh di Bukit Antarbangsa Damansara, mengingatkan kembali Tragedi serupa pada 11 Disember 1993 : Highland Towers tumbang akibat tanah runtuh, mengakibatkan korban 48 orang

Pohon tumbang di depan pintu masuk Sekolah Indonesia Kuala Lumpur di depan Villa Putra Condo. Ini adalah pertanda agar DBKL segera memantau pohon-pohon tua yang masih tegak berdiri di seluruh Kuala Lmpur. Jika ada tanda-tanda membahaakan untuk segera mngantisipasi.

Pohon yang tumbang di depan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur selain banyak akar yang lapuk, juga karena posisi pohon yang tumbuh di lahan miring, sedangkan beban pohon tidak stabil. Maka ketika tanah basah karena gerusan air hujan yang terus menerus mengakibatkan pohon tumbang

Atap trotoar menuju stasiun KTM Putra rusak berat. Saluran listrik dan telepon terputus Pos Sekuriti SIK terkena imbas. Jumlah kerugian material belum bisa ditaksir. Sampai berita ini diturunkan, kerja-kerja pembersihan masih berlangsung.

Tidak ada korban jiwa

Informasi dari petugas DBKL menyebutkan hingga pukul 10.00 belum ditemukan korban. Masyarakat di sekitar kejadian, Condo Sri Keny, Villa Maroco Ambassy, SIK, Villa Putra Condo tidak ada yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya dalam kejadian itu.

Tragedi ini berlaku sangat cepat. Pukul 08.02 pohon tumbang menutup jalan Tungku. Operasi penyelamatan dan pembersihan tempat kejadian bencana berjalan lancar. Operasi penyelamatan dan pembersihan hanya melibatkan kepolisian dan DBKL.

DBKL mengerahkan armada yang terdiri dari 10 truk pengangkut sampah, tiga bego besar, pasukan senso, dan penyapu jalan raya. Tak ada pihak yan disalahkan. Bencana ini murni alam.