ARSIP
PERAIH NEM TERTINGGI KABUPATEN JEMBER DAPAT PENGHARGAAN KE MALAYSIA DAN SINGAPURA
- Akhmad Samiri
Kuala Lumpur, 6 November
Sebanyak 39 siswa dari Kabupaten Jember peraih Nilai Ujian Nasional Tertinggi 2007 mengunjungi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Kamis pagi kemarin. Mereka didampingi oleh Kabid Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, 5 kepala Sekolah dan 5 guru.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Drs. H. Achmad Sudiyono,S.H., M.Si, yang diwakili oleh Kabid Kurikulum, Tatang Prijanggono,S.Pd.M.Pd. menyampaikan, ' Bupati Jember, MZA Djalal dalam visinya yang cerdas; ingin menjadikan Jember sebagai Kota Pendidikan dan Jember Mimpi Indah Masa Depan, oleh karena itu Dinas Pendidikan Kabupaten mengaplikasikannya dengan mewujudkan manusia agamis, cerdas dan berbudaya melalui layanan pendidikan yang bermutu,efektif, akuntabel dan demokratis. Nah, salah satu bentuknya adalah melakukan study banding ke sekolah-sekolah internasional di Malaysia dan Singapura. Study banding ini melibatkan perencana pendidikan, pelaksana pendidikan, dan peserta didik itu sendiri. Ini adalah proses motivasi dan penghargaan dari Pemkot Jember kepada siswa-siswa berprestasi dan para tenaga pendidik dan kependidkan di kota Jember.'
Paparan visi dan misi serta profil SIK dipresentasikan secara cermat dan lugas oleh Ustadz Ahmad Marzuki, S.Si. Paparan dalam bentuk screen power point memberi gambaran yang jelas, faktual, dan meyakinkan tentang profil SIK dengan segala aktifitasnya.
Menanggapi pertanyaan dari peserta Studi Banding, Drs.Robbani menjelaskan tentang kurikulum yang dianut yakni kurikulum pendidikan Indonesia dengan mengembangkan manageman pendidikan bertaraf internasional agar lulusan mampu berkompetisi dengan lingkungan global. Adapun tentang input siswa SIK, beliau memaparkan siswa yang masuk SIK melalui tes dan melihat daya tampung SIK. Sehubungan daya tampng yang sangat terbatas sedangkan input siswa melimpah. Duta Besar RI untuk Kerajaan Malaysia, Tan Sri Dai Bachtiar telah bertemu Mendiknas, Bapak Bambang Sudibyo untuk membicarakan pembangunan 6 lokal baru . Sehingga pemerataan kesempatan belajar masyarakat Indonesia di Malaysia akan lebih terlayani.






