ARSIP

POS SEKURITI SIK TERTIMPA POHON TUMBANG
  • Akhmad Samiri

Kuala Lumpur, 07 Desember. Satu hari setelah tragedi ”Tanah Runtuh di Bukit Antarbangsa Damansara”, yang mengakibatkan 4 orang tewas dan 14 cedera, hari ini Sekolah Indonesia Kuala Lumpur nyaris mendapat giliran. Untung sekolah dalam keadaan libur.

Tragedi berlangsung sangat cepat. Sebuah pohon berumur ratusan tahun yang setia memayungi sebagian halaman SIK tumbang di atas pos sekuriti. Pohon tua yang dulu kekar telah rata dengan tanah. Akar-akar besar terjuntai keluar dari dasar tanah. Hal ini akibat hujan yang terus-menerus mengguyur KualaLumpur.

Arus lalu lintas menuju jalan Tungku macet total. Untung kejadiannya masih pagi dan hari libur. Sehingga korban manusia maupun kendaraan yang biasa berlalu lalang dapat dihindari. Seorang penyapu jalan berkebangsaan India yang berada di tempat kejadian berhasil menyelamatkan diri

Dua mobil patroli polisi mengamankan keadaan. Baharudin seorang polisi yang berhasil kami wawancarai menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait. Semua jalur ke Jalan Tungku ditutup. Listrik dimatikan untuk mengatasi hal-hal yang tak diinginkan. DBKL ( Dewan Bandaraya Kuala Lmpur ) segera mengerahkan armadanya untuk mengevakuasi tempat kejadian. Tiga bego raksasa, 10 truk dari DBKL langsung didatangkan ke lokasi bencana.

Aris Munandar, sekuriti SIK yang sedang asyik melihat tayangan Astro dengan istri barunya , kontan lari kalang kabut.

"Alloh hu akhbar, Alloh hu akhbar... " teriak istrinya histerius. Nafasnya hampir putus. "Astaghfirulloh hal adzim. Slamet-slamet bojo." Aris berusaha menenangkan istrinya yang ketakutan setelah keluar dari pos.

Sakhroni, sekuriti yang berada di luar pos segera menghampiri. "Ngga apa-apa tho, yang penting slamet Ris, Pos sekuriti aman-aman saja. Astro rusak ya pasang lagi. Sabar, sabar ya..." Ketiganya mengamati pohon besar yang hampir menewaskannya

Atas informasi dari sekuriti melalui salah seorang guru SIK di Putra Condo, Abdul Djawad, Kepala SIK untuk melakukan pantauan

Tiba di tempat kejadian Abdul Djawad menanyakan keadaan sekuriti yang bertugas pada Inton Tyas Suprapto yang telah lebih dulu berada di tempat kejadian bencana. Saat itu SIK terisolasi karena pohon tumbang persis di pintu gerbang.

” Mas Aris selamet Pak. Pak Sakhroni sudah di sana. Anak-anak yang mau karatean belum ada. Jadi semuanya warga SIK selamet Pak” jawab Inton dari balik pagar lapangan upacara.

KRONOLOGI KEJADIAN

  • 06.00 Hujan semalaman di Kuala Lumpur.
  • 06.10 Aris, sekuriti sedang jaga di pos
  • 07.15 Istri Aris membawa minuman hangat ke pos
  • 07.30 Hujan masih deras. Pohon di seberang jalan tampak biasa-biasa
  • saja.
  • 07.35 Terdengar suara gress-gress disusul tanah goyang
  • 07.45 Kraaak-kraak , Grubyak ! Pohon tua disebelah pos sekuriti pasrah tumbang.
  • 08.00 Muncul 2 orang polisi dengan 1 mobil patroli.
  • 08.10 7 Petugas DBKL dengan 3 senso mulai memotong-motong dahan
  • 08.15 3 Bego besar telah berada di tempat
  • 08.25 10 truk sampah dari DBKL dan Alam Flora siap mengangkut material bencana
  • 08.50 1 mobil patroli polisi mengamankan lokasi evakuasi bencana
  • 13.30 Jalan Tungku di depan SIK kembali normal