ARSIP

SEKOLAH RAKYAT INDONESIA FOUNDATION KUNJUNGI SIK
  • Akhmad samiri
    Foto:Budi S.

Kuala Lumpur, 13 Mei. Sebanyak 10 orang praktisi Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia yang berpusat di Rawamangun, Jakarta hari ini melakukan kunjungan studi banding di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Abdul Djawad, S.Pd., Kepala SIK dalam amanatnya menyampaikan bahwa kalau negara mau maju, mestinya menghargai guru.Beliau juga mengambil analog dari sebuah cerita alegoris negara jiran ketika selesai perang, pemimpinnya tidak menanyakan berapa banyak tentara yang jadi korban, tapi bertanya masih berapa banyak guru yang masih hidup. Ketika ditanya oleh bawahannya,Mengapa guru yang ditanyakan? Jawab pemimpin itu: Karena maju dan mundurnya negara tergantung pada keberadaan guru.Oleh karena itu sebenarnya kedudukan guru sebenarnya sangat penting, tapi kesejahteraannya masih perlu dipertanyakan.

Sebuah sekolah akan menjadi favorit apabila sekolah itu memiliki karakteristik khusus dan mempuyai nilai plus yang membedakan dengan sekolah lain.Selain itu intuisi sekolah juga perlu membangun corporate culture.

Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia yang telah berkembang di 12 propinsi melakukan kunjungan studi banding dalam rangka mendukung program-program Yayasan membangun budaya kerja yang lebih baik, lebih profesional,dan lebih berdaya saing.

Program-program Yayasan yang sekarang berlangsung meliputi: Keaksaraan Fungsional, Perintisan Pendidikan Paket B dan C, Education Threat for Humanity, leadership, Life Skill education, spiritual Quotion.SIK, Sekolah Kebangsaan, SMP Malaysia, universitas di Malaysia,City Tour. Kegiatan ini juga akan dilakukan di Singapura.

Adapun peserta studi banding Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia sebagai berikut: Abdul Gofur, S.Pd., Ave Cendani Dwiarum, SP, Bambang Sasongko, S.Pd.,Musyafaah,S.Pd., Kholifatulloh,S.Pd., Rizkiana, S.Pd., Rika Lestari, S.Sos.,Misran, Rianto, Bagus Teguh Prayogo.