AGUSTINUS SUHARTO: KAMI PUNYA TRILOGI DI SIKL

Kuala Lumpur – SIKL: “Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) diperkirakan menjadi satu-satunya Sekolah Indonesia Luar Negeri yang memenuhi standarisasi Pendidikan Nasional. Pengakuan Badan Akreditasi Nasional Sekolah telah menetapkan nilai Akreditasi A untuk masing-masing jenjang Pendidikan mulai dari SD, SMP dan SMA di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur”. Demikian Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur menjelaskan saat menerima kunjungan silaturrahmi SD Islam Al-Azhar 17 Bintaro – Tangerang Selatan, Propinsi Banten di Ruang Rapat sekolah tersebut kemarin (10/10/2018). “Kita sudah memenuhi seluruh standar nasional Pendidikan dari standar kompetensi lulusan, standar isi dan proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, bahkan standar pengelolaan, pembiayaan dan penilaian Pendidikan”. Lanjut Pak Agustinus yang sebelumnya pernah menjadi Kepala Sekolah Indonesia di Davao – Pilipina itu menjelaskan.

Bahkan menurut beliau, selain standar umum yang ditetapkan pemerintah, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur telah melampaui standar kompetensi lulusan yang lebih baik dibandingkan dengan sekolah di dalam negeri. Hal ini dapat diperhatikan dari tingginya serapan perguruan tinggi terhadap lulusan dan kemampuan berbahasa asing yang dimiliki setiap peserta belajar sebagai softskillwajib di SIKL. Masih menurut beliau, kunci keberhasilan sekolah ini ditentukan oleh komitmen seluruh stakeholdersuntuk mendukung program sekolah melalui Trilogi SIKLyang telah dicanangkan bersama. Trilogi SIKL yang dimaksud mencakup 3 arus utama program sekolah, yaitu :

  1. Wawasan Kebangsaan; sebagai sekolah Indonesia yang berada di luar negeri, dimana sekolah bertugas untuk “Meng-Indonesia-kan warga negara Indonesia yang berada di Malaysia”. Dalam implementasinya setiap peserta didik dan pendidik diharuskan menunjukkan wajah Indonesia di luar negeri.
  2. Melestarikan Budaya Bangsa; bahwa sekolah sebagai duta budaya dan agen diplomasi budaya diharuskan mampu menjadi fasilitator untuk terpeliharanya nilai-nilai budaya asli bangsa Indonesia sekaligus melatihkan berbagai keterampilan dan kesenian terkait di sekolah.
  3. Globalisasi ; merupakan keuntungan tersendiri ketika SIKL berada di luar negeri, dimana seluruh peserta belajar dapat secara langsung berinteraksi dengan warga asing. Akibatnya, secara tidak sengaja, softskill bahasa asing diperoleh secara langsung melalui interaksi tersebut. Media dan teknologi yang berkembang di kota Kosmopolitan seperti Kuala Lumpur telah memberikan banyak pengalaman tentang globalisasi bagi seluruh warga belajar di SIKL.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Islam Al-Azhar 17 Bintaro Nani Ariyani, M.Pd menjelaskan bahwa peserta yang turut dalam kunjungan tersebut sebanyak 60 orang, terdiri dari 54 siswa dan 6 orang guru. Beliau menjelaskan bahwa kehadiran mereka untuk menggali berbagai pengalaman untuk diimplementasikan setelah kembali ke sekolahnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Bapak Marwata Wakil Kepala Kurikulum SMA, Ibu Ratna Rachmawati, MM Wakil Kepala SD, Ibu Dra. Hj. Ruwiyati Wakil Kepala Humas dan Armansyah Harahap, M.Pd Staf Humas Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. (AH)