Category Archives: CANTRIK

Di Bali, Anggota Purna Paskibra KBRI Tekuni Budaya Lokal

Denpasar-SIKL: Pulau Dewata menjadi tujuan study tour anggota purna Paskibra KBRI Kuala Lumpur untuk menambah wawasan dan bertukar pengalaman banyak hal khususnya dengan para purna paskibra dari SMKN 1 Denpasar terkait kearifan budaya lokal pulau wisata termasyhur di dunia itu.

Selama bersilaturrahmi ke sekolah tersebut, rombongan yang terdiri dari guru dan siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) itu disambut dengat hangat oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Denpasar I Ketut Suparsa ST., MT bersama guru dan staf serta para pengurus OSIS.

Setibanya rombongan SIKL di lingkungan sekolah, mereka disambut dengan persembahan tarian Sekar Jagat yang oleh masyarakat Hindu Bali, tarian tersebut biasanya digunakan sebagai tarian pembukaan dalam satu acara penting.

Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolahnya, bahwa fokus SMKN 1 Denpasar adalah di bidang teknologi. Pihak sekolah merasa sangat senang sekali dengan kunjungan SIKL dan berharap dapat menjalin hubungan lebih baik kedepannya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SIKL Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., mengaku sangat berterima kasih dan senang bisa berkunjung ke SMKN 1Denpasar dan diterima dengan begitu mesra. “Kita tunggu kunjungan balasan pihak SMKN 1 Denpasar bertandang ke Kuala Lumpur lagi,” undang H. Agustinus Suharto secara lisan sambil melirik kepada Kepala Sekolah SMKN 1 Denpasar.

Sebagai tanda ingat, kedua pihak mengakhiri pertemuan dengan bertukar cideramata sebagai kenang-kenangan. (THS

Detik Bersejarah dan dan Pesan Buat Pasukan Paskibra

Kuala Lumpur – SIKL: Prosesi terakhir sebelum hari H peringatan HUT RI yang ke-71 yaitu upacara pengukuhan anggota paskibra. Di sinilah penanaman mental bagi anggota pasukan pengibar bendera yang akan tampil pada upacara pengibaran bendera peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan negara Indoensia.

Acara pengukuhan berlangsung di Aula Hasanuddin, Selas, 16 Agustus 2016 sore yang dihadiri oleh para Home Staf, Kepala Sekolah dan guru SIKL  serta orang tua siswa. Prosesi sakral, penuh khidmat, dan sangat sentimental itu dilakukan oleh Duta Besar RI, Marsekal (Purn) Herman Prayitno.

Satu persatu anggota pasukan memberi hormat lalu mencium bendera merah putih sebagai tanda taat setia dan siap mengemban tugas negara. Berlangsung dengan tawaduk, penuh keharuan, dan tak sedikit yang berlinang air mata.

Pemimpin upacara pengukuhan sdr. Aqiel Saiful Fatah, siswa kelas XII IPA. Secara serentak, anggota paskibra menucapkan ikrar paskibra yang dipimpin oleh saudara M. Ali Naufal dan diikuti oleh semua anggota paskibraka.

Dalam kesempatan itu, Duta Besar menggarisbawahi beberapa pesan penting bagi semua anggota pasukan antaranya supaya menghayati tugas mulia ini serta harus bangga karena terpilih untuk melaksanakan tugas bersejarah mengibarkan sang merah putih pada HUT-RI ke-71 sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurut Duta Besar, anggota paskibra merupakan pemuda pemudi yang berprestasi dan memiliki potensi yang luar biasa. Oleh karena itu, diharapkan mereka dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Lebih lanjut Duta Besar menyapaikan empat pilar bangsa yang ditanamkan oleh pahlawan pejuang bangsa yang selama ini diyakini menjadi penopang dan sumber kekutan bagi bangsa dan negara sebagai berikut:
1. Falsafat ideologi dan dasar negara pancasila 
2. UUD 1945 yang memuat cita-cita dan tujuan dasar negara 
3. Bentuk negara kesatuan Republik Indonesia dan
4. Slogan nasional Bhinneka Tunggal Ika

Selama latihan, anggota dilatih oleh Drs. Sudirman dan Inton Tyas Suprapto, S.Pd., Jas., dengan dibantu oleh mantan anggota paskibra Aura Ning Istanti, Aufa Shofia Annisa dan Bagus Setiawan. Di akhir acara, dilanjutkan dengan ramah tamah dan pemberian ucapan selamat dan foto bersama.(THS)

Menjelang Peringatan HUT RI Ke-71, SIKL Selenggarakan Sports Day

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 71, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) menyelenggarakan Sport Day, Sabtu, 13 Agustus 2016. Acara diikuti oleh berbagai elemen masyarakat Indonesia di Malaysia seperti Keluarga KBRI Kuala Lumpur, guru dan staf SIKL serta sedikitnya 500 orang masyarakat Indonesia Yang terdiri dari ekspatriat, wali murid, dan siswa-siswi sekolah Indonesia.

Dengan tujuan merajut tali silaturrahmi, masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur berkumpul di jantung kota negara tetangga Indonesia. Acara dikemas dalam bentuk Sport Day oleh Keluarga Besar Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Komite Sekolah.

Turut hadir dalam acara itu beberapa pejabat KBRI Kuala Lumpur antaranya Pejabat Fungsi Konsuler, Pak Yusron, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Ari Purbayanto, SLO Polri, Kombes Pol. Aby Nursetyanto, Atase Pertahanan, Kol. Iwan Bambang, Ketua Komite SIKL, Dr. Lily Yuliadi,

Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Drs. H. Agustinus Suharto, M.Ed., yang juga Penanggungjawab acara menegaskan, ini acara silaturrahmi sekolah dan masyarakat Indonesia dalam rangka menyamakan persepsi pendidikan di hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-71 ini.

Hal ini penting, jelas Kepala Sekolah, karena lembaga yang dipimpinnya bukan saja mengurus urusan pendidikan semata, tetapi juga mengemban tugas pelayanan dan membawa misi pencitraan negara dan bangsa Indonesia di luar negeri. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Komite, Dr. Lily dan Atase Pendidikan, Prof Ari Purbayanto dalam sambutan mereka.

Acara berangsung meriah, benar-benar terasa bagi masyarakat Indonesia di luar negeri yang walaupun tanpa acara pawai budaya tetapi ada bazar aneka kue dan makanan khas daerah di Indonesia, permainan tradisional serta hiburan.*(THS)

Moh. Michail Asal Yordania Juara Lomba Pidato Bahasa Indonesia

Kuala Lumpur (13/06)–Moh. Michail asal Yordania terpilih menjadi juara I dalam lomba pidato Bahasa Indonesia bagi penutur asing di Malaysia yang diselenggaran Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur.

Moh. Michael menyisihkan 28 perserta lainnya pada babak seleksi awal, 18 perserta pada babak semifinal, dan 6 peserta pada babak final.

Hasil selengkapnya adalah sebagai berikit: juara I Moh Micail asal Yordania dengan nilai 973; juara II Kamiliya asal Thailand dengan nilai 970; serta juara III Azim Yudashev asal Uzbekistan dengan nilai 968.

Dijelaskan panitia pelaksana kegiatan pada babak seleksi awal peserta lomba menyampaikan rekaman pidato dalam format video dilengkapi berkas berupa biodata dan naskah pidato. Ada 28 peserta yang mendaftar. Mereka yang mendaftar tersebut merupakan mahasiswa dari berbagai negara (Irak, Yordania, Thailand, Ubezkista, Australia) yang sedang menempuh pendidikan di Malaysia termasuk peserta pendaftar yang berasal warga negara Malaysia sendiri yang bukan penutur bahasa Melayu (penutur bahasa Cina dan bahasa Tamil). Berdasarkan seleksi tahap awal ini hanya 18 peserta yang bisa lolos ke babak semifinal walau dalam pelaksanaannya hanya 12 peserta saja yang dapat hadir. Peserta lainnya yang berhalangan tersebut karena sedang mengikuti ujian semester di tempat perkuliahannya. Terakhir dalam babak final berhasil dijaring 6 peserta. Dari dibabak final ini akan ditenentukan pemenang I, II, dan III, demikian menurut panitia.

Acara final lomba pidato Bahasa Indonesia bagi penutur asing di Malaysia tersebut selain dihadiri oleh Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Associat Prof. Dr. Edi Haryanto dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia juga dihadiripara guru dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Dalam kesempatan itu Prof. Ari Purbayanto selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur mengatakan bahwa pemenang I dan II lomba pidato Bahasa Indonesia ini akan diberangkatkan ke Jakarta untuk bergabung dengan seluruh pemenang lomba pidato lainnya yang diselenggarakan di seluruh negara yang pada KBRI ada Atdikbudnya.

Dikatakan pula bahwa di Jakarta para pemenang lomba pidato Bahasa Indonesia bagi penutur asing ini akan mendapat apresiasi yaitu kesempatan mengikuti upacara kenegaraan di Istana Negara dan wisata budaya ke beberapa kota di Indonesia atas biaya dari pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemeriahan acara lomba pidato Bahasa Indonesia bagi penutur asing ini semakin semarak dengan penampilan tari dari pelajar Sekolah Indonesia dan lantunan lagu dari guru Sekolah Indonesia, Pak Marjuki. (Alpansyah)

Proses Serah Terima Paket Soal USBN Lancar

Kuala Lumpur – SIKL: Di tengah-tengah acara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016, dilakukan penyerahan paket soal Ujian Sekolah Bernasis Nasional (USBN) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur berjalan lancer. Penyerahan itu dilakukan dari Ketua Panitia, Nunik Heri Wahyuni, M.A., kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc.

Paket soal yang diserahkan secara simbolik itu kemudian oleh Atase Pendidikan diserahkan kepada Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd. Paket soal yang diserahkan terdiri dari paket soal untuk Sekolah Dasar (SD) untuk tiga mata pelajaran yakni: Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Sementara itu untuk soal Paket A (Ula) sebanyak lima mata pelajaran yaitu: Bahasa Indonesia, Matematika, Pkn, IPS dan IPA.

Penyelenggaraan ujian SD Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan Paket A direncanakan pada tanggal 16 Mei 2016. Khusus ujian Paket A akan diselenggarakan di tiga titik yaitu: Kuala Lumpur, Johor Bahru dan beberapa Community Learning Center (CLC) di negeri Sarawak, Malaysia Timur.

Sekretaris panitia tim pembuat soal USBN, Marwata, S.Pd., M.Pd menyatakan tiap mata pelajaran terdiri dari satu paket soal utama, satu paket susulan dan satu paket cadangan. Khusus paket soal susulan dan soal cadangan, dipersiapkan untuk mengantisipasi bila terjadinya kekurangan naskah dalam amplop soal atau ada peserta yang tidak bisa mengikuti ujian pada hari yang ditentukan.

“Peserta yang tidak bisa hadir pada waktu ujian sebagaimana yang ditentukan, peserta tersebut harus mengikuti ujian susulan seminggu kemudian,” tegasnya.* (THS) Galeri Foto disini

14 Penerima Penghargaan Atas Jasanya Terhadap Sekolah Indonesia Kuala Lumpur

Bapak Suahaimi pencipta Mars SIKL

Kuala Lumpur – SIKL: Duta Besar RI untuk Kerajaan Malaysia, Herman Prayitno menyampaikan penghargaan terhadap 14 nominasi penerima penghargaan yang dinilai telah berjasa terhadap jalannya kegiatan pendidikan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Untuk tahun ini, penghargaan tersebut diberikan untuk kategori lembaga dan individu. Penghargaan tersebut disampaikan dalam acara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Selasa (3/5/2015).

Adapun 14 nominasi yang menerima penghargaan adalah sebagai berikut:

  1. Ibu Ratna Herman Prayitno, Ketua Dharma Wanita dan Pembina SIKL
  2. Dharma Wanita Persatuan KBRI Kuala Lumpur karena berkiprah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di SIKL melalui pemberian kuliah umum dan motivasi bagi kelas ujian dan pemberian beasiswa kepada siswa yang kurang mampu.
  3. WIATMI, pemberian beasiswa bagi siswa SIKL yang kurang mampu.
  4. Pengajian Ummahatul Muslimat, pemberian beasiswa bagi siswa SIKL yang kurang mampu.
  5. Universiti Malaya (Unit Penerimaan Pelajar Antar Bangsa), atas pelayanan dan kerjasama yang baik dalam penerimaan mahasiswa baru lulusan SIKL.
  6. Universiti Putra Malaysia/UM (Unit Penerimaan Pelajar Antar Bangsa), atas pelayanan dan kerjasama yang baik dalam penerimaan mahasiswa baru lulusan SIKL.
  7. Universiti Kebangsaan Malaysia/UKM (Unit Penerimaan Pelajar Antar Bangsa), atas pelayanan dan kerjasama yang baik dalam penerimaan mahasiswa baru lulusan SIKL.
  8. Universiti Teknologi Malaysia/UTM (Unit Penerimaan Pelajar Antar Bangsa), atas pelayanan dan kerjasama yang baik dalam penerimaan mahasiswa baru lulusan SIKL.
  9. Karsam, Ph.D (Mantan guru SIKL), Pencipta logo SIKL.
  10. Suhaimi Nasution (mantan guru SIKL) Pencipta Mars SIKL.
  11. Enda (mantan guru SIKL), Pencipta Desain batik SIKL.
  12. Sukardani Sofyan (mantan guru SIKL), salah satu perintis SIKL.
  13. Raja Kamaruddin Bin Raja Abdul Wahid, Pendiri dan Penyelenggara Pendidikan untuk WNI di Klang, Selangor.
  14. Arifin Ismail, Ketua Komite Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Periode 2013-2016

 Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., meyatakan bahwa ini adalah yang pertama kalinya dilakukan oleh Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dalam upaya memberikan penghargaan kepada mereka mereka yang telah berjasa terhadap sekolah. “Kita ingin agar muncul lebih banyak lagi yang akan berbuat untuk SIKL demi jayanya pendidikan Indonesia di Malaysia,” harap Kepala Sekolah.* (THS)

Kepala Sekolah SIKL Bertekat Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan

Kuala Lumpur – SIKL: Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd bertekat menciptakan suasana kondusif di lingkungan sekolah serta mengajak semua tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia di Malaysia. Hal tersebut diungkapkan di sela-sela acara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Selasa (2/5/2016) pagi.

Menurutnya, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini dengan tema sentralnya “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita memiliki makna tersendiri. “Kita berharap agar warga pendidik di lingkungan SIKL dapat menyalakan pelita semangat kebersamaan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan,” tegas Kepala Sekolah.

Kepala Sekolah menambahkan, hanya dengan peran aktif guru yang kreatif dan inovatif serta senantiasa mengobarkan semangat kepada peserta didiknya, cita-cita para siswa kita sebagai penerus harapan bangsa dapat terwujud.

“saya mengajak semua pihak, selama bulan pendidikan dan kebudayaan ini, kita isi dengan berbagai kegiatan untuk menggali kualitas karakter, literasi, dan kompetensi peserta didik,” paparnya.* (THS)

Dubes Herman Prayitno Mengajak Para Guru Bersinergi Mendidik Anak Indonesia di Malaysia

Kuala Lumpur – SIKL: Duta Besar RI untuk Kerajaan Malaysia, Herman Prayitno hari ini, Selasa (3/5/2016) pagi bertindak sebagai Pembina Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2016. Upacara peringatan dengan teman sentral “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita” diselenggarakan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan berlangsung dengan khidmat.

Ketua Panitia peyelenggara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Drs. Dwi Indratno. M.Sc, menyatakan bahwa pada upacara Hardikanas kali ini dihadiri oleh para Home Staf dan anggota Dharmawanita Persatuan (DWP), Lokal Staf KBRI-KL, guru dan seluruh siswa-siswi SIKL, mahasiswa serta unsur masyarakat Indonesia.

Seusai upacara, dilanjutkan dengan berbagai acara di aula sekolah seperti fashion show siswa-siswi TK, SD, SMP, dan SMA, persembahan menyanyi oleh Duta Besar, ibu-ibu DWP-KBRI, guru dan siswa serta deklarasi puisi oleh siswa kelas IV SD.

Pada kesempatan tersebut juga diadakan beberapa acara penting seperti penyampaian SK Alumni oleh Kepala Sekolah, Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd kepada Ketua Alumni SIKL, penyampaian penghargaan kepada mereka yang berjasa memajukan SIKL serta penyerahan paket soal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk Sekolah Dasar dan Paket A (Ula).  

Di sela-sela acara, Duta Besar Herman Prayitno menyampaikan sambutan yang intinya berterima kasih kepada guru-guru SIKL dan mengajak agar senantiasa bersinergi memajukan pelayanan pendidikan Indonesia di Malaysia.*(THS)