Category Archives: BERITA SIKL

Menteri Puan Maharani Tandatangani Prasasti Auditorium Taufiq Kiemas

Kuala Lumpur-SIKL: Cucu dari Bapak Proklamator RI yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Keluarga Republik Indonesia (PMK), Puan Maharani meresmikan nama gedung serba guna Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dengan nama “Auditorium Taufik Kiemas”,  Senin (21/8/2017) siang.

Puan Maharani berkunjung ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) untuk acara penandatanganan prasasti Auditorium Taufik Kiemas tersebut di sela-sela kesibukannya menghadiri acara pembukaan SEA Games ke-29 di Kuala Lumpur, Malaysia. “Sesuai kesepakatan bersama, kita beri nama gedung ini dengan Auditorium Taufik Kiemas dengan maksud untuk mengenang jasa beliau yang telah membangunnya,” uangkap.

Dalam kesempatan tersebut, Puan Maharani didampingi oleh Duta Besar RI Rusdi Kirana, Wakil Duta Besar Andreano Erwin, Koordinator Pensosbud Minister Consellor Trigustono, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., dan Kepala Sekolah Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., serta beberapa Diplomat Indonesia juga wakil tokoh masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur.

Acara berlangsung dengan lancar dan meriah. Puan Maharani dan rombongan disambut dengan alunan musik gamelan dan selama berlangsungnya acara, para tamu undangan dihibur dengan persembahan guru dan siswa dengan bermain alat musik Kulintang. (THS)

 

Kunjungan Menteri Puan Maharani ke SIKL

Kuala Lumpur-SIKL: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani melakukan kunjungan resmi ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Senin (21/8/2017) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Puan Maharani didampingi oleh Duta Besar RI Rusdi Kirana, Wakil Duta Besar Andreano Erwin, Koordinator Pensosbud Trigustono, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., dan Kepala Sekolah Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd. Selain itu, tampak hadir beberapa Diplomat Indonesia serta wakil tokoh masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur.

Acara peresmian dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh Armansyah Harahap,S.Ag. M.Pd. Puan Maharani dan rombongan disambut dengan alunan musik gamelan dan selama berlangsungnya acara, para tamu undangan dihibur dengan persembahan guru dan siswa dengan bermain alat musik Kolintang.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Sekolah Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., mengatakan bahwa tujuan utama kedatangan Menteri Puan Maharani ke sekolah Indonesia Kuala Lumpur adalah untuk penandatangan prasasti penamaan aula sekolah sebagai “Auditorium Taufik Kiemas” sebagai bentuk kunjungan lanjutan dari kunjungan sebelumnya pada tanggal 13 Maret 2017 yang lalu.

Duta Besar RI Rusdi Kirana dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa keluarga Menteri Puan Maharani sangat berjasa kepada Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. “Seperti kita ketahui, ayahnya telah menyumbang untuk membangun Auditorium Sekolah, manakala ibunya telah menyumbang alat musik gamelan dan baru-baru ini Menteri Puan Maharani menyumbang alat musik Kulintang, oleh karena itu, sangat sesuai kalau bangunan ini kita beri nama Auditorium Taufik Kiemas,” tegas Duta Besar.

Sementara itu, dalam pidatonya Puan Maharani menceritakan bagaimana ayahandanya Taufiq Kiemas memberitahunya tentang sumbangan untuk membangun Auditorium Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. “Saya ingat ayah saya bercerita tetapi saya tidak pasti kapan dan juga tidak pasti bagaimana bentuk bangunan yang dimaksud itu,” kisahnya.

“Pada bulan Maret 2017 yang lalu ketika saya berkesempatan berkunjung ke sekolah ini, Atase Pendidikan dan Kepala Sekolah menegaskan kembali bahwa gedung yang kita tempati ini benar-benar dibangun dari sumbangan ayah saya. Maka pada hari ini sesuai kesepakatan bersama, kita beri nama gedung ini dengan Auditorium Taufiq Kiemas,” uangkapnya lagi.

Seusai penandatanganan prasasti, Menteri Puan Maharani menyempatkan diri beramah tamah dan foto bersama dengan anggota Purna Paskibra dan anggota Pasukan Pramuka Gudep 001-002 KBRI Kuala Lumpur. (THS)

 

Upacara HUT RI ke-72 di Malaysia

Kuala Lumpur-SIKL: Bersama ratusan masyarakat Indonesia di Malaysia, para guru dan staf serta siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) antusias mengikuti upacara bendera pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-72 yang berlangsung di Wisma Duta, Kamis (17/8/2017) pagi.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Duta Besar RI LB-BP untuk Kerajaan Malaysia, Rusdi Kirana. Para wakil tokoh masyarakat Indonesia seperti paguyuban masyarakat, dosen, pemuda, mahasiswa dan pelajar Indonesia, pasukan Pramuka Gudep 001-002 KBRI Kuala Lumpur, Home Staff, Local Staff, anggota DWP KBRI Kuala Lumpur, dan para ekspatriat Indonesia.

Adapun pasukan pengibar bendera merah putih, terdiri dari 16 orang siswa-siswi SIKL dinilai sukses melaksanakan tugas mengibarkan bendera tanpa cela setelah sebulan penuh berlatih dibawa bimbingan Drs. Sudirman dan Inton Tyas Suprapto, S.Pd serta dibantu oleh dua orang Purna Paskibraka.

Pasukan Paskibraka KBRI Kuala Lumpur tersebut, pada hari Rabu (16/8/2017) sore, telah mengikuti prosesi upacara penguhukan oleh Duta Besar RI di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur dengan disaksikan oleh para Home Staff serta guru-guru SIKL.

Upacara bendera berlangsung khidmat dan lancar. Seusai upacara, diisi dengan acara bebas yaitu ramah tamah, foto bersama dan dijamu dengan makanan khas Indonesia. (THS) 

Siswa SIKL Akan Kibarkan Bendera Merah Putih pada HUT RI ke-72 di Malaysia

Kuala Lumpur-SIKL: Pada sore hari ini, Rabu (16/8/2017), 16 orang siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dikukuhkan sebagai anggota pasukan pengibar Bendera Merah Putih pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-72 yang akan berlangsung di Wisma Duta, Jalan U-Than, Kamis (17/8/2017) besok.

Acara pengukuhan berlangsung di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur dan dihadiri oleh Duta Besar RI Rusdi Kirana, para Home Staff serta guru-guru SIKL dan orang tua anggota paskibraka.

“Pengukuhan berjalan lancar dan haru biru,” ujar Kepala Kepala Sekolah yang turut mengikuti prosesi upacara pengukuhan. “Pak Duta Besar tampak terharu dan berlinang air mata saat mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan di negeri orang,” tambahnya.

Kepada seluruh anggota Paskibraka, Duta Besar Rusdi Kirana berpesan hendaknya ikrar yang telah dilafazkan dapat  dipedomani, dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air.

Tak lupa juga mengingatkan semua anggota pasukan yang akan membawa amanat suci sebagai pengibar bendera di hari bersejara itu, untuk senantiasa menjaga kesehatan, cukup istirahat dan memohon doa kepada Tuhan, supaya besok bisa menjalankan tugas degan baik dan lancar.

Selama satu bulan lebih, anggota Paskibraka KBRI Kuala Lumpur yang terdiri dari siswa-siswi SIKL pada jenjang SMP dan SMA giat berlatih di bawah bimbingan Drs. Sudirman dan Inton tyas Suprapto,S.Pd  guru SIKL yang berpengalaman melatih pasukan paskibraka KBRI Kuala Lumpur sejak tahun 2012. (THS)

Siswa SIKL Rayakan HUT Pramuka ke-56

Kuala Lumpur-SIKL: Seluruh siswa dan guru serta staf Sekolah Indonesia Kuala Lumpur mengikuti HUT Pramuka ke-56, Senin (14/8/2017). Perayaan tersebut diawali dengan upacara bendera dan permainan yang dipimpin oleh anggota Pramuka Gudep 001-002 KBRI Kuala Lumpur.

Dalam pidato upacara bendera, Kak Marwoto yang bertindak selaku pembina upacara mengatakan bahwa hari ini merupakan hari yang bersejarah dimana pendidikan kepramukaan di Indonesia sudah teruji selama 56 tahun.

“Apa yang diajarkan dalam pendidikan kepramukaan, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia secara luas sehingga Pemerintah Indonesia menetapkan pendidikan kepramukaan di sekolah sebagai  ekstra-kurikuler  wajib,” jelasnya.

Kak Marwoto berharap melalui HUT Pramuka bisa mamacu dan menumbuhkan semangat semua siswa dalam meningkatkan keupayaan diri dalam berbagai hal, terutama belajar dan beraktivitas dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.

Seusai upacara, turut menampilkan persembahan yel-yel dari anggota Gudep 001-002 KBRI Kuala Lumpur dan penampilan lagu patriotis dari siswa kelas IV SD sekaligus ramah tamah.

Pada kesempatan yang sama, turut disampaikan pengumuman peserta yang lolos seleksi Kompetisi Sains, Seni dan Olahraga antar Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) se-Malaysia, Bangkok, Singapura dan Davao City-Pilipina yang akan dihelat di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Sabah pada September mendatang. (THS)

Menghadapi Akreditasi, SIKL Selenggarakan IHT

Kuala Lumpur-SIKL: Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) menyelenggarakan program In House Training (IHT) di lingkungan sekolah tanggal 4-6 Agustus 2017. Acara dibuka secara resmi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc.

Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., menyampaikan bahwa maksud diselenggarakanya acara IHT untuk mendiskusikan hal-hal yang harus disempurnakan terkait akreditasi yang akan berlangsung akhir Agustus 2017.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah SIKL, Dr. Lili Yulyadi Arnakim yang hadir pada acara pembukaan menyampaikan bahwa akreditasi itu sangat penting karena banyak sekolah di Indonesia yang hanya mengambil murid pindahan dari sekolah yang terakreditasi tinggi.

Ketua Komite juga berharap pendidikan di sekolah harus menitik beratkan pendidikan karakter dengan materi-materi keagamaan dan moral.

Dalam sambutan dan arahan Atase Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa guru harus membuat perangkat pembelajaran yang baik dan kreatif dengan memantapkan kesiapan sekolah dalam menghadapi akreditasi sekolah yang harus disiapkan dengan sempurna.

“Kita ingin agar capaian kali ini lebih baik dan meningkat dari capaian sebelumnya. Untuk itu, semua aspek yang akan dinilai harus dipersiapkan sedini mungkin secara serius agar proses akreditasi berjalan dengan baik, mendapatkan hasil yang sangat memuaskan,” ungkap Prof. Ari Purbayanto. (THS)

 

Guru SIKL Menghibur Peserta PKG-SILN se-Malaysia

Johor Bahru-SIKL: Para guru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) tampil berpartisipasi menghibur semua peserta pelatihan peningkatan kompetensi guru (PKG) Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) se-Malaysia dengan bermain alat musik angklung di sela-sela pembukaan acara pelatihan yang diresmikan oleh Wakil Duta Besar RI Andreano Erwin, Jumát (21/7/2017) malam.

Dalam persembahan tersebut, tim angklung SIKL memainkan lagu “Terajana” yang mengundang tepukan gemuruh para peserta pelatihan dari Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK).

**

Kegiatan pelatihan PKG bagi guru SILN se-Malaysia diselenggarakan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur seara rutin setiap tahun sejak tahun 2015 dengan tujuan peningkatan kualitas SILN melalui pembekalan guru yang supaya guru-guru SILN di Malaysia memiliki kompetensi yang baik.

Dalam sambutan Atase Pendidikan berharap agar para guru selain mendapatkan penyegaran terhadap perkembangan ilmu dan metode baru pengajaran juga informasi kebijakan pendidikan nasional.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Adreano Erwin mengajak semua pihak untuk memperhatikan dan menghargai guru karena peran dan kiprah gurulah lahir pemimpin bangsa yang berkarakter. (THS)

 

9 Siswa SIKL mengikuti Program Homestay di Australia

Kuala Lumpur – SIKL: Sekolah Indonesia Kuala Lumpur pada tahun 2017 ini kembali mengirimkan siswa-siswanya untuk mengikuti program homestay di Australia selama 9 hari pada 16 – 24 Juli lalu.

Sebanyak 9 siswa dan 1 orang guru pembimbing mengikuti program homestay di Ferny Grove State High School Brisbane Australia. Ini adalah ketiga kalinya SIKL mengunjungi FGSHS setelah kerjasama sistes school ini dilaksanakan kedua sekolah sejak tahun 2010. Sejak saat itu kedua sekolah bergantian saling berkunjung melaksanakan homestay setiap tahun. Setelah tahun kemarin siswa Ferny Grove melaksanakan homestay di SIKL, maka tahun 2017 ini giliran SIKL yang berkunjung ke Ferny Grove State High School.

Di Ferny Grove State High School para siswa peserta program homestay tinggal dengan orang tua angkat dan buddy masing-masing. Mereka harus tinggal sendiri bersama keluarga angkat yang memang baru pertama kali bertemu. Disinilah kemandirian mereka diuji. Mereka diperkenalkan dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang berbeda dengan yang biasa mereka lakukan di negaranya sendiri, mulai dari masalah kebiasaan makan, jadwal harian sekolah, kegiatan belajar di kelas dan lain sebagainya.

Program ini memang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan para siswa terhadap budaya negara lain sekaligus mengenalkan budaya dan tradisi Indonesia kepada mereka. Diharapkan setelah melaksanakan program ini para siswa akan mampu beradaptasi dengan lingkungan luar sekaligus meningkatkan rasa kepedulian, tanggung jawab serta kemandirian.

Kepala SIKL Bapak Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd menekankan akan pentingnya program ini terus berlanjut mengingat manfaat yang didapat dari pelaksanaan program ini sangat besar baik kedua sekolah maupun khususnya bagi para siswa yang mengikuti program homestay. (AR)