Category Archives: BERITA SIKL

SIKL Siap Pertahankan Juara Umum KS2O

Kuala Lumpur – SIKL: Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) menyatakan siap untuk mesukseskan Kompetisi Sains, Seni dan Olahraga (KS2O) yang akan digelar untuk ketiga kalinya di Malaysia anggal 9-10 September 2017. Pada tahun ini, Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) telah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara.

“Kita sudah memiliki pengalaman meraih prestasi gemilang selama ini. Dan pada kompetisi kali ini, kita harus bisa mempertahankan piala bergilir untuk ketiga kalinya berturut-turut supaya menjadi piala tetap”, tegas Kepala Sekolah Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., kepada semua peserta KS2O dalam acara gladi bersih di Auditorium Taufiq Kiemas, Rabu (6/9/2017) siang.

SIKL akan mengirim full team ke Kota Kinabalu untuk mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur. Pada tahun ini, kompetisi bukan saja akan diikuti oleh Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) se-Malaysia dan Community Learning Center (CLC) se-Sabah dan Sarawak. Selain itu, juga KS2O juga akan diikuti oleh Sekolah Indonesia Singapura (SIS), Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), dan Sekolah Indonesia Davao (SID).

Berdasarkan penilaian pengamat internal, Armansyah Harahap, M.Pd., mengatakan bahwa dari hasil gladi kotor dan gladi bersih yang diselenggarakan oleh sekolah, para peserta yang akan berangkat ke Kota Kinabalu layak mempertahankan piala bergilir yang selama ini dipegang oleh Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. (THS)

Gebyar Nusantara SIKL ke Belanda

Kuala Lumpur – SIKL: Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) akan mengirim 36 siswanya untuk mengikuti misi budaya ke Belanda selama dua minggu, mulai tanggal 15 September s.d 28 September 2017. Dalam misi tersebut, siswa akan didampingi oleh tiga orang guru dan satu orang wali murid.

Menurut Ketua Rombongan  ke Belanda, Dra. Ruwiyati menyatakan bahwa persiapan peserta sudah baik sekali, terutama persiapan untuk manggung. “Selama ini rutin kami lakukan berbagai bentuk persiapan supaya misi yang pertama kali ini benar-benar suskses dengan harapan bisa membawa nama baik  sekolah dan Indonesia,” ujarnya saat dikonfirmasi tentang kesiapan peserta, Rabu (6/9/2017) pagi.

Sementara itu, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., mengingatkan kepada semua peserta misi kebudayaan ini untuk benar-benar menjiwai dan berdisiplin tinggi dalam mengikuti semua kegiatan, karena misi ini akan membawa nama baik sekolah dan Indonesia di Eropa. “Tunjukkan kemampuan kita dan jadilah duta budaya yang profesional,” tegas Kepala Sekolah di sela-sela acara gladi bersih peserta Kompetisi Sains, Seni dan Olahraga (KS2O) di Auditorium Taufiq Kiemas-SIKL, Rabu (6/9/2017).

Untuk meningkatkan kerjasama antar lembaga, pada kesempatan tersebut, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag, Belanda akan menandatangani perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding. (THS)

Penyembelihan Sembilan Hewan Kurban di SIKL

Kuala Lumpur – SIKL: Seperti tahun-tahun sebelumnya, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) rutin menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Indonesia di Malaysia untuk berkurban. Perayaan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 1 September 2017, juga dipusatkan di SIKL termasuk kegiatan penyembeleihan hewan yang diselenggarakan pada hari ini, Senin (4/9/2017).

Acara berkurban keluarga besar KBRI dan Sekolah bersama masyarakat Indonesia di Malaysia, dibuka secara resmi oleh Wakil Duta Besar RI Andreano Erwin dalam bentuk penyerahan hewan kurban secara simbolik kepada Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., yang kemudian dilanjutkan kepada Ketua Panitia Hari Raya Idul Adha, Armansyah Harahap, S.Ag., M.Si.

Dalam pidato sambutannya, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., menyampaikan, sekolah sengaja melaksanakan acara penyembelihan hewan kurban di hari Senin supaya siswa-siswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sebagai bagian dari upaya pembelajaran dan penguatan karakter siswa.

Berdasarkan laporan Ketua Panitia, Armansyah Harahap, S.Ag., M.Si., bahwa hewan kurban yang akan disembelih berjumlah 9 ekor sapi. Mereka yang berkurban merupakan Staf KBRI, guru dan siswa SIKL, serta masyarakat Indonesia lainnya baik secara keluarga maupun personal.

Sejak pagi, masyarakat Indonesia sudah berkumpul di halaman sekolah untuk menyaksikan dan membantu prosesi penyembelihan hewan kurban. Mereka perwakilan paguyuban masyarakat dan organisasi masyarakat Indonesia di Malaysia, para pengurus organisasi pelajar Indonesia di berbagai perguruan tinggi Malaysia serta mahasiswa UT Indonesia Pokjar Kuala Lumpur yang merasa terpanggil untuk memeriahkan suasana kurban di kalangan masyarakat Indonesia di Malaysia.

Sesuai data panitia, dari semua hewan yang dikurbankan, akan disalurkan kepada 600 orang mustahik, mereka adalah masyarakat Indonesia di sekitar Kuala Lumpur dan Selangor. “Semuanya sudah terdata dan kita harapkan proses penyaluran daging kurban akan berjalan dengan baik,” jelas petugas penanggungjawab pembagian daging kurban, Ratna Rochmawati, M.M. di sela-sela kesibukannya memantau proses penimbangan daging di halaman belakang sekolah. (THS)

 

 

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Pusat Perayaan Idul Adha 1438

Kuala Lumpur – SIKL: Pada tahun 2017 ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menetapkan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) sebagai pusat perayaan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriyah bagi masyarakat Indonesia di Malaysia.

Shalat diselenggarakan di Auditorium sekolah, Jumat (1/9/2017). Karena daya tampung gedung Auditorium sekolah terbatas, maka panitia penyelenggara menyiapkan halaman sekolah khusus bagi jamaah perempuan. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Ustadz H. Abdul Halim Syihab, LC,. M.A.

Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., dalam pidato sambutannya merasa sangat senang sekali dapat menyiapkan tempat bagi masyarakat Indonesia untuk kegiatan shalat Idul Adha dan mengucapkan selamat datang kepada seluruh jamaah. “Kami keluarga besar sekolah dan KBRI Kuala Lumpur merasa senang karena suasana perayaan Idul Adha di sekolah tahun ini begitu ramai yang menandakan kedekatan dan keakraban kita di negeri orang”, ujar H. Agustinus.

Setelah palaksanaan shalat Idul Adha, masyarakat Indonesia beramah tamah sambil menikmati konsumsi yang disediakan oleh panitia penyelenggara berupa nasi kotak dan bakso.

Sementara itu, sesuai rencana penyembelihan hewan qurban akan diadakan pada hari Senin, 4 September 2017.  Pada kesempatan tersebut akan disembeli 9 ekor sapi yang selama ini berhasil dihimpun oleh paniti dari masyarakat Indonesia seperti staf KBRI Kuala Lumpur, guru dan siswa SIKL, ekspatriat dan tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

Ketua panitia penyelenggara Idul Adha 1438 Hijriyah, Armansyah Harahap, S.Ag., M.Pd menjelaskan bahwa pada hari penyembelihan hewan qurban, seluruh siswa dan masyarakat akan bergotong royong memprosesnya, mulai penyiapan alat, penyembelihan, pemotongan daging, pembagian dan penyaluran daging kepada mustahik yang telah terdata.

Pihak panitia yang merupakan gabungan ROHIS KBRI dan ROHIS Sekolah, dangan sengaja mengambil hari ketiga pada saat sekolah berlangsung untuk menanamkan semangat kebersamaan dan sosial khususnya menumbuhkan jiwa berkurban siswa.

Berdasarkan informasi dari Wali Kelas VI SD, Darma Bakti Kalbar, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa kelas yang dibinanya berhasil menghimpun sejumlah dana untuk membeli hewan qurban. “Hal ini semata-mata kami lakukan untuk mendidik siswa akan pentingnya jiwa berqurban dan berbagi antar sesama manusia,” jelasnya.

Kegiatan Hari Raya Kurban pada tahun 2017 ini dinilai berjalan dengan baik dan lancar. Semoga Allah menerima pengorbanan kita selama ini. Amin. (THS)

Assesor BAN-SM Visitasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur

Kuala Lumpur-SIKL: Sebanyak empat orang Assesor dari Badan Akreditasi Nasional-Sekolah dan Madrasah (BAN-SM) yang diketuai oleh Dr. Usman Rudiana, N.Pd. melakukan visitasi ke Kuala Lumpur dalam rangka akreditasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) yang berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2017. Tiga assessor lainnya adalah: Dra. Hj. Ainun Salim, M.Ed, Dr. Amat Nyoto, M.Pd, dan Dr. Toni Toharudin, M.Sc.

”Tim assesor akan mengevaluasi kembali capaian akreditasi sebelumnya yang semua jenjang sudah mendapat nilai A dan hal-hal yang harus dibenahi kembali demi majunya sistem pembelajaran di SIKL,” jelas Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., dalam kesempatan briefing bersama dewan guru.

Pada hari pertama visitasi, semua Assesor berkesempatan mengikuti upacara bendera dan menyaksikan pameran ekstra kurikuler yang bertema “Parade Anak bangsa”. Pada kesempatan tersebut ditampilkan semua kegiatan ekstra kurikuler sekolah dan kegiatan lain yang diikuti oleh siswa seperti Home Stay Australia dan Misi Kebudayaan ke Belanda, Klub Literasi, Pramuka, OSIS dan MPK, dan berbagai kegiatan lainnya.Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ir. Ar. Ari Purbayanto, M.Sc.. yang ikut meninjau stand siswa menghimbau kepada semua siswa supaya dalam belajar menekankan aspek moral. “Siswa harus berkepribadian Pancasila,” tegasnya. (THS)

Mahasiswa IAIN Salatiga Rampungkan Program PPL di SIKL

Kuala Lumpur-SIKL: Delapan orang mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN)Salatiga, Jawa Tengah merampungkan kegiatan program praktik lapangan (PPL) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (PPL). Mereka berada di Kuala Lumpur selama satu bulan sejak tanggal 27 Juli 2017 hingga tanggal 23 Agustus 2017.

Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., mengatakan hal tersebut dalam rapat dewan guru SIKL, Rabu (23/8/2017) pagi. “Sambil mempersiapkan semua keperluan akreditasi, siang ini kita akan lepaskan para mahasiswa peserta PPL dari IAIN Salatiga yang telah merampungkan program praktik mengajar selama sebulan penuh di sekolah ini,” jelas H. Agustinus Suhatto.

Mereka yang menjalani program PPL di SIKL terdiri dari lima mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) yakni Nidya Puspita Hapsari, Fita Widyastuti, Nurul Hikmah, Lina Shofiah, dan Lailatul Istianah. Sementara tiga lainnya masih dari fakultas yang sama tetapi menekuni jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) yaitu: Mustaqim, Novianti Nur Khabibah, dan Fitriana Rifaatin.

Kedelapan mahasiswa PPL IAIN Salatiga tersebut dibawah bimbingan Ibu Noor Malikhah, Ph.D Ketua Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Salatiga dan Pak Yusuf Ismail, SH.

Sesusi rencana, setelah acara pelepasan, mereka akan terus menuju bandara KLIA Sepang untuk melanjutkan perjalanan kembali ke tanah air. (THS)

Menteri Puan Maharani Tandatangani Prasasti Auditorium Taufiq Kiemas

Kuala Lumpur-SIKL: Cucu dari Bapak Proklamator RI yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Keluarga Republik Indonesia (PMK), Puan Maharani meresmikan nama gedung serba guna Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dengan nama “Auditorium Taufik Kiemas”,  Senin (21/8/2017) siang.

Puan Maharani berkunjung ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) untuk acara penandatanganan prasasti Auditorium Taufik Kiemas tersebut di sela-sela kesibukannya menghadiri acara pembukaan SEA Games ke-29 di Kuala Lumpur, Malaysia. “Sesuai kesepakatan bersama, kita beri nama gedung ini dengan Auditorium Taufik Kiemas dengan maksud untuk mengenang jasa beliau yang telah membangunnya,” uangkap.

Dalam kesempatan tersebut, Puan Maharani didampingi oleh Duta Besar RI Rusdi Kirana, Wakil Duta Besar Andreano Erwin, Koordinator Pensosbud Minister Consellor Trigustono, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., dan Kepala Sekolah Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., serta beberapa Diplomat Indonesia juga wakil tokoh masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur.

Acara berlangsung dengan lancar dan meriah. Puan Maharani dan rombongan disambut dengan alunan musik gamelan dan selama berlangsungnya acara, para tamu undangan dihibur dengan persembahan guru dan siswa dengan bermain alat musik Kulintang. (THS)

 

Kunjungan Menteri Puan Maharani ke SIKL

Kuala Lumpur-SIKL: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani melakukan kunjungan resmi ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Senin (21/8/2017) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Puan Maharani didampingi oleh Duta Besar RI Rusdi Kirana, Wakil Duta Besar Andreano Erwin, Koordinator Pensosbud Trigustono, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., dan Kepala Sekolah Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd. Selain itu, tampak hadir beberapa Diplomat Indonesia serta wakil tokoh masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur.

Acara peresmian dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh Armansyah Harahap,S.Ag. M.Pd. Puan Maharani dan rombongan disambut dengan alunan musik gamelan dan selama berlangsungnya acara, para tamu undangan dihibur dengan persembahan guru dan siswa dengan bermain alat musik Kolintang.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Sekolah Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., mengatakan bahwa tujuan utama kedatangan Menteri Puan Maharani ke sekolah Indonesia Kuala Lumpur adalah untuk penandatangan prasasti penamaan aula sekolah sebagai “Auditorium Taufik Kiemas” sebagai bentuk kunjungan lanjutan dari kunjungan sebelumnya pada tanggal 13 Maret 2017 yang lalu.

Duta Besar RI Rusdi Kirana dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa keluarga Menteri Puan Maharani sangat berjasa kepada Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. “Seperti kita ketahui, ayahnya telah menyumbang untuk membangun Auditorium Sekolah, manakala ibunya telah menyumbang alat musik gamelan dan baru-baru ini Menteri Puan Maharani menyumbang alat musik Kulintang, oleh karena itu, sangat sesuai kalau bangunan ini kita beri nama Auditorium Taufik Kiemas,” tegas Duta Besar.

Sementara itu, dalam pidatonya Puan Maharani menceritakan bagaimana ayahandanya Taufiq Kiemas memberitahunya tentang sumbangan untuk membangun Auditorium Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. “Saya ingat ayah saya bercerita tetapi saya tidak pasti kapan dan juga tidak pasti bagaimana bentuk bangunan yang dimaksud itu,” kisahnya.

“Pada bulan Maret 2017 yang lalu ketika saya berkesempatan berkunjung ke sekolah ini, Atase Pendidikan dan Kepala Sekolah menegaskan kembali bahwa gedung yang kita tempati ini benar-benar dibangun dari sumbangan ayah saya. Maka pada hari ini sesuai kesepakatan bersama, kita beri nama gedung ini dengan Auditorium Taufiq Kiemas,” uangkapnya lagi.

Seusai penandatanganan prasasti, Menteri Puan Maharani menyempatkan diri beramah tamah dan foto bersama dengan anggota Purna Paskibra dan anggota Pasukan Pramuka Gudep 001-002 KBRI Kuala Lumpur. (THS)