DUTA BESAR DAI BAKHTIAR BUKA SEKOLAH LASKAR PELANGI

Kuala Lumpur,11 Agusutus 2009 –  Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh,Tan Sri Dai Bakhtiar secara resmi membuka ‘Sekolah Laskar Pelangi’di Klang.  Ini merupakan hadiah kemerdekaan bagi rakyat Indonesia di klang dan sekitarnya. Sekolah dengan mimpi-mimpi besar seperti sekolahnya Andrea Hirata pada “Laskar Pelangi”.

Siswa sekolah ini adalah anak-anak Indonesia yang tak mendapatkan kebenaran mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah fomal di Malaysia. Sekolah dengan jumlah  41 siswa ini belum mengenal tingkatan kelas apalagi rapor. Usia mereka antara 6-13 tahun. Pelajaran yang diajarkan Agama,mengira (Matematika),dan Bahasa Malayu.

Sekolah unik ini secara resmi akan ditangani KBRI dengan pengawasan langsung Atase Pendidikan Nasional dan dikelola oleh mitra kerja Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK).

Duta Besar Da’i Bakhtiar berjanji akan mengirim guru-guru dari SIK dan buku-buku pelajaran sesuai kurikulum pendidikan Indonesia. Bahkan beliau juga meminta tolong untuk menelusuri, mendata berapa banyak anak Indonesia usia sekolah yang belum tersentuh pendidikan. Mereka harus sekolah. KBRI akan memberikan akses pendidikan mereka.

Duta besar juga mengucapkan terima kasih kepada Yang Mulia Engku Raja Kamaruddin dan seluruh pengurus Persatuan Penaja Leluhur Melayu Bugis Selangor atas jasa-jasanya dalam memperhatikan nasib anak-anak  Indonesia di Malaysia.

” Orang Bugis adalah orang hebat. Di mana ada pelabuhan di situ ada orang Bugis.” Puji Duta Besar disambut tepuk tangan warga Makassar dan rombongan tamu dari KBRI.

Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Malysia juga teringat kata-kata bertuah dari Perdan Menteri M.Najib saat menemaninya pulang kampung ke Makassar, katanya,” Saya datang ke Goa bukan hendak merampas Goa tapi saya datang untuk melaporkan saya adalah keturunan Goa yang berhasil jadi Perdana Menteri Malaysia.”

Berbicara tentang hubungan Indonesia – Malaysia adalah cerita tanpa akhir. Hubungan darah, hubungan kekerabatan sejak zaman dulU tak bisa dipungkiri. Dulu kita memang satu negara. Malaysia rasanya seperti tanah airnya sendiri.

Serah terima sekolah anak-anak Indonesia di Klang dimulai dengan ikrar dari Persatuan Penaja Leluhur Melayu Bugis Selangor yang disampaikan oleh presidennya, Engku Raja Kamaruddin bin Raja Abdul Wahab. Engku Raja memulai ucapannya dengan mengutip Pasal XI dan XII  Gurindam XII karya Sastrawan Besar Raja Ali Haji”

Hendaklah berjasa/kepada yang sebangsa/Hendaklah jadi kepala/buang perangai yang cela/Hendaklah memegang amanat/buanglah khianat/Hendak marah/dahulukan hajat/Hendak dimulai/jangan melalui/Hendak ramai/murahkan perangai.// Pasal yang kedua belas:/Raja muafakat dengan menteri/seperti kebun berpagarkan duri/Betul hati kepada raja/tanda jadi sebarang kerja/Hukum adil atas rakyat/tanda raja beroleh anayat/Kasihan orang yang berilmu/tanda rahmat atas dirimu/Hormat akan orang yang pandai/tanda mengenal kasa dan cindai/Ingatkan dirinya mati/itulah asal berbuat bakti/Akhirat itu terlalu nyata/kepada hati yang tidak buta.

Harapan masyarakat Klang, anak-anak Indonesia bisa sekolah, bisa mendapat rapor atau ijazah dan bisa meneruskan pendidikan baik di Malaysia atau sewaktu pulang ke Indonesia.

” Sekolah ini telah berdiri 3 tahun yang lalu. Jumlah murid tidak tentu. Untuk berangkat ke sekolah tidak resmi ini masih banyak yang takut di perjalanan.  Pernah sampai 60 anak, pernah juga hanya 20 murid, jadi tidak menentu,” Puan Nina,istri Engku Raja Kamarudin, merangkap sebagai kepala sekolah.

Duta Besar di akhir acara menyerahkan kenang-kenangan untuk seluruh siswa dan pejabat setempat. Turut hadir bersama Duta besar antara lain Ibu Duta, Ibu Tatang,Bapak Teguh, Bapak Pramono, Bapak said, Bapak Said.

Leave a Reply