Kemeriahan Penutupan Workshop Seni dan Budaya Indonesia 2018

 Kuala Lumpur-SIKL: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc, secara resmi menutup kegiatan Workshop Seni dan Budaya Indonesia 2018. Acara penutupan kegiatan yang selama ini berhasil diselenggarakan selama tiga tahun berturut-turut tersebut, digelar di Aula Taufiq Kiemas SIKL, Minggu (14/10/2018) pagi.

Acara ini terselenggara dengan baik berkat kerja sama Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Acara diawali dengan persembahan para peserta pelatihan gamelan dibawah asuhan pelatih Bapak Djamal Bakir dengan membawakan 3 buah lagu daerah yakni Janger, Sorban Palid dan Gambang Semarang. Penampilan mereka cukup menarik perhatian hadirin yang menyasikan mengingat para peserta hanya berlatih dalam waktu terbatas namun bisa menguasai dan berhasil memukau penonton.

Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd sebagai tuan rumah penyelenggara Workshop Seni dan Budaya Indonesia 2018 dalam laporannya menyampaikan bahwa peningkatan jumlah peserta tahun ini menunjukkan besarnya minat masyarakat Malaysia untuk mempelajari budaya Indonesia. “Jumlah peserta tahun ini sebanyak 143 peserta yang berasal dari 10 sekolah, meningkat hampir 100% dibandingkan jumlah tahun sebelumnya yang berjumlah 75 peserta,” papar H. Agustinus Suharto.

Menurut Kepala Sekolah SIKL, pihaknya akan terus berkontribusi aktif dalam  program pengenalan serta promosi budaya Indonesia kepada masyarakat asing setempat. “Untuk itu, saya berterima kasih kepada ketua tim pelaksana kegiatan Taufiq Hasyim Salengke dan wakilnya R. Astri Rahayu, S.Pd., dan tim yang telah bekerja keras, juga para pelatih yakni instruktur tari Ibu H. Aan Mulyani, instruktur gamelan Bpk. Djamal Bakir, instruktur angklung Bpk. Dadang Soleh, M.A., dan Bpk. Andik Setiawan, S.Pd., yang dengan tekun mengajar setiap hari Sabtu dan Minggu sebagaimana ditetapkan,” paparnya.

Atdikbud Prof. Ari Purbayanto dan Sek. I Pensosbud Ika Alful Laila, keduanya menyatakan rasa bangga dan memberikan apresiasi kepada para peserta pelatihan yang berasal dari 10 Sekolah Kebangsaan Malaysia yang telah menyelesaikan program pelatihan yang telah dimulai sejak 2 September lalu. Diimbau kepada para peserta yang telah menyelesaikan program ini untuk mengikuti program Darmasiswa yang merupakan salah satu program  Pemerintah RI bagi para warga negara asing yang berminat untuk mempelajari budaya Indonesia.

Pada penyelenggaraan kegiatan Workshop Seni dan Budaya Indonesia 2018 tahun ini terpilih 4 peserta terbaik masing-masing untuk masing-masing kelas pelatihan, yakni Muhammad Izzat Bin Fazil siswa Aswara (Kelas Gamelan), Natasha Binti Nasarudin siswi SMK Aminuddin Baki (Kelas Tari), Intan Nurzahirah Bt. Norshal siswi SMK Sains Seri Puteri (Kelas Angklung) dan Nurin Sofiya Binti Mohammad Fami siswi SMK Seri Permaisuri (Kelas Batik).

Puncak kemeriahan workshop  ditandai dengan penampilan fashion show peserta kelas batik dibawah asuhan Bapak Andik Setiawan, S.Pd Gr yang menampilkan hasil karya batik mereka sendiri dihadapan semua penonton. Acara ditutup dengan penampilan dari peserta pelatihan kelas angklung yang membawakan lagu Poco-poco dan Cindai yang dimainkan dengan cukup apik. (AR)