Mencari Titik Temu Pendidikan Indonesia di Luar Negeri

Kuala Lumpur – SIKL: Di sela-sela pertemuan delegasi Menteri Pendidikan Asia dan Eropa yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, rombongan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyempatkan untuk mengunjungi siswa dan siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia untuk silaturrahmi dan dialog terbuka dengan para guru dan siswa.

Peserta rombongan yang berkunjung ke Sekolah Indonesia terdiri dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Joko Santoso, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kemdikbud, Ananto Kusuma Seta,Ph.D, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Alila, dan Sekretaris Dirjen Pendidikan menengah Drs. Mustaghfirin,  Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Duta Besar RI untuk Kerajaan Malaysia, Mulya Wirana, Atase pendidikan KBRI-KL, Prof. Rusdi Ph.D, Ketua Komite SIKL, Atase Pertahanan KBRI-KL, Atase tenaga Kerja KBRI KL, Ketua dan anggota Komite SIKL.

Kepada tamu rombongan, Kepala Sekolah Drs. Banjir Sihite, M.Pd., menginformasikan bahwa Sekolah Indonesia menfokuskan skill kesenian kepada para siswa dan siswi. Kepala sekolah juga melaporkan bahwa selain prestasi akademik, seni budaya, para siswa juga berprestasi di bidang olahraga.

Acara dimeriahkan dengan beberapa persembahan para siswa seperti gamelan, tarian, angklung dan juga rampak bedug.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Rusdi, Ph.D., melaporkan mengenai layanan dan akses pendidikan bagi WNI di Malaysia baik pendidikan formal maupun non-formal. Intinya KBRI Kuala Lumpur senantiasa merespon baik permintaan masyarakat Indoensia akan pendidikan dan pelatihan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Duta Besar RI, Mulya Wirana menyampaikan bahwa Indonesia terpilih menjadi sekretariat Kementerian Pendidikan Asia dan Eropa untuk 2013-2017. Kepada Dirjen Dikti, Wakil Duta Besar RI meminta supaya lulusan SIKL diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri di Indonesia.

KBRI Kuala Lumpur memberikan layanan aspek social dan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Malaysia, menjadikan SIKL sebagai pusat kegiatan pendidikan dan kebudayaan masyarakat Indonesia di Malaysia.

Prof Joko Santoso, mengajak para guru dan siswa untuk menanamkan cita-cita yang tinggi. Karena kalau cita-cita saja tidak punya, sulit bagi kita untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan di masa depan terletak di tangan para guru dan juga siswa siswi itu sendiri.

Menurut Professor Joko Santoso, kita bersyukur karena banyak ekpatriat Indonesia di Malaysia. Artinya putra putri Indonesia sangat diperlukan di Negara lain. Biarkan saja mereka tinggal dan bekerja di negara lain, asalkan mereka tetap warga negara Indonesia. Oleh karena itu, kita harus senantiasa mendisain kerangka pendidikan menciptakan SDM yang berkualitas tinggi dan berakhlak mulia.

Acara diakhiri  dengan dialog seputar pelayanan pendidikan dan juga ramah tamah dengan keluarga besar sekolah.*

{fcomment id=204}

Leave a Reply