MOS KENALKAN LINGKUNGAN DAN BUDAYA SEKOLAH KEPADA SISWA BARU

Kuala Lumpur, Buletin Cantrik (14/8) – Kegiatan masa orientasi siswa (MOS) merupakan media untuk mengenalkan siswa baru pada lingkungan sekolah dan budaya sekolah sehingga siswa baru lebih mudah menyesuaikan diri, demikian dikatakan Kepala SIKL, Ibu Elslee Y.A. Sheyoputri beberapa waktu lalu di Aula SIKL saat membuka kegiatan tersebut.

Dikatakannya bahwa kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kekompakan dan kreatifitas siswa. Selama MOS peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti tour keliling SIK, latihan jasmani, ceramah dan pengarahan, permainan-permainan menarik serta agenda wajib sholat berjamaah.

Sebelum memulai kegiatan, peserta MOS mengikuti apel pagi yang dilanjutkan dengan senam pagi atau poco-poco. Agar lebih semarak dan bersemangat, peserta menyanyikan lagu wajib atau Mars SIK dan mempersembahkan yel-yel kreasi kelompok. Setelah itu, ceramah dan pengarahan mengenai berbagai topik seperti kurikulum, kedisiplinan, keimanan, motivasi, sejarah SIKL, dan lain-lain yang disampaikan oleh guru-guru.

Kesemarakan MOS lebih terasa ketika satu ceramah ke ceramah berikutnya diisi dengan persembahan yel yel dari kelompok dan pelaksanaan berbagai permainan menarik.

“Pembacaan surat cinta kepada kakak kelas merupakan acara yang paling ditunggu-tunggu. Pada acara tersebut, mereka meluahkan rasa suka dengan rayuan ataupun rasa marah dan kesal atas perlakuan kakak kelas selama MOS, dihadapan seluruh peserta,” demikian ujar salah seorang peserta.

Lebih jauh Akhmad Dwi Satrio (kelas XI IPA), Ketua Panitia MOS Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), mengatakan MOS bukanlah ajang balas dendam kakak kelas kepada adik kelasnya, “Hubungan yang terjalin baik diantara mereka diharapkan menumbuhkan respek dan akhirnya rasa saling menyayangi, “ demikain kata Dwi.

MOS tahun pelajaran 2012/2013 berlangsung selama empat hari, 16—19 Juli 2012. Kegiatan bertema “Be Known, Be Respected and Be Loved” . Sebelum kegiatan ditutup pada petang 19 Juli 2012 oleh Waka Kesiswaan, Bp. Inton Suprapto, setiap kelompok mempersembahkan sebuah karya cipta. Mereka bebas berkreasi, berlomba-lomba menampilkan karya yang menarik dan seru.

Leave a Reply