Multy Grade, SIKL Hectik Selenggarakan Berbagai Kegiatan

Kuala Lumpur – Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) adalah Sekolah Indonesia milik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang menyelenggarakan pelayanan pendidikan satu-satunya yang berada di semenanjung Malaysia. Dari tahun ke tahun sekolah yang berdiri sejak 10 Juli 1969 ini selalu saja menunjukkan peningkatan jumlah kuantitas peserta didiknya, apa lagi setelah satu tahun yang lalu 2011 dibuka pelayanan bagi warga Negara Indonesia yang akan menyekolahkan anaknya pada jenjang Taman Kanak-kanak (TK).

Hal ini menunjukkan bahwa perhatian dan kepercayaan yang diberikan warga Indonesia di Malaysia, khususnya yang bermukim disekitar Kuala Lumpur, kepada lembaga pendidikan yang beralamat di Lorong Tun Ismail No. 1 Kuala Lumpur ini semakin meningkat.

Sejalan dengan perkembangan dan perhatian masyarakat, SIKL tahap demi setahap berusaha meningkatkan mutu pelayanannya, baik dibidang sarana prasarana sekolah maupun pelayanan akademis, terutama sekali bagi para peserta didik dan guru-guru serta warga civitas akademika sekolah secara keseluruhan.

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sebagai salah satu Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN), maka SIKL dengan sendirinya mempunyai karakteristik yang khusus dan tidak sama dengan umumnya sekolah-sekolah di dalam negeri. SILN diharapkan bukan hanya memberi pelayanan pendidikan prima bagi warga Negara Indonesia tetapi juga menjadi ikon lembaga pendidikan dasar menengah yang juga berperan sebagai pusat pengembangan, pelestarian seni dan budaya Indonesia.

Oleh karenanya Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, sudah selayaknya untuk melangkah menuju sekolah yang berprestasi, dan bisa mengcreate para lulusannya agar mampu bersaing dalam kehidupan global, dus pengelolaan sekolah Indonesia di luar negeri tidak boleh dilakukan dengan cara biasa saja (as usual)”: Demikian sebagaimana yang disuarakan Suwandi Permana, S.Pd, M.Pd Waka Sekolah bagian kurikulum SMA ketika melakukan briefing dengan guru-guru belum lama ini.

Siswa Kelas Ujian
 
Akhir-akhir ini selama tahun pelajaran 2012/2013, warga SIKL utamanya para tenaga pendidik dan kependidikan tampak disibukkan oleh berbagai kegiatan akademis maupun non akademis, dimulai dari dilaksanakannya Camp Motivasi untuk kelas-kelas ujian (VI SD, IX SMP, dan XII SMA) pada bulan November 2012, dilanjutkan penilaian akreditasi sekolah oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) selama tiga hari 4 – 6 Desember 2012.
 
Disusul kemudian oleh kegiatan satu dengan kegiatan lainnya yang dihelat di Sekolah kebanggaan masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur ini, seperti; Try Out I – IV bagi kelas ujian, Ulangan Umum Semester I, Project Based Learning (PBL) Semester II untuk tiap jenjang SD, SMP dan SMA, Ujian Praktik kelas ujian (SD-SMA), Consert Nusantara, Homestay Siswa-siswi Australia, Ujian Nasional (UN) untuk SMA dilanjut berturut-turut SMP dan SD, serta Ujian Sekolah untuk mata pelajaran UN dan Non UN.
 
Ini adalah konsekwensi dari sekolah kita yang multy grade, dari TK,SD,SMP dan SMA sehingga kegiatan-kegiatan yang kita laksanakan beruntun dari moment kegiatan yang satu kepada kegiatan yang lain, jadi kita, Bpk/Ibu guru dituntut untuk selalu firm dan mampu multy tasking mengerjakan berbagai pekerjaan sesuai tupoksinya sebagai seorang tenaga pendidik maupun mengerjakan tugas-tugas non akademis yang memungkinkan untuk dilaksanakan di lingkungan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur”: Tutur Banjir Sihite, S.Pd, M.Pd, dihadapan guru-guru dan tenaga kependidikan SIKL dalam amanat briefingnya yang diadakan setelah senam Jum’at pagi.
 
Disamping kegiatan-kegiatan yang kita lakukan selama ini dalam rangka melayani masyarakat seperti ; Melaksanakan Ujian Kesetaraan Paket A, B, dan C, Menerima kunjungan tamu-tamu dari Indonesia yang terus-menerus, Mendukung berbagai acara dan program KBRI serta kegiatan-kegiatan lainnya. Satu hal yang tidak kalah penting yang harus kita perhatikan adalah prestasi akademis siswa-siswi kita, terutamanya kelas-kelas ujian yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Sekolah (UAS)” : Sambung Kepala Sekolah yang dikenal oleh para koleganya dengan panggilan Mr. Bean.
 
Sejak akhir semester I tahun pelajaran 2012/2013, memang sekolah memberi perhatian relatif lebih kepada siswa-siswi yang duduk pada kelas-kelas ujian, mulai jenjang SD, SMP sampai SMA, ini dikarenakan mereka akan menghadapi Ujian Nasional yang diselenggarakan berturut-turut (SMA) pada 15 – 18 April 2013, kemudian Sekolah Menengah Pertama (SMP) 22 – 25 April 2013, dilanjutkan nanti untuk tingkatan Sekolah Dasar (SD) pada 6 – 8 Mei 2013.
 
Selama ini sekolah telah melakukan berbagai langkah (treatment) yang diberikan kepada para siswanya dalam rangka meningkatkan kesiapan dan kemampuan mereka dalam rangka menghadapi UN.
 
Adapun langkah-langkah yang telah sekolah tempuh diantaranya; Memberikan pendalaman materi pelajaran ujian setiap minggunya, Mengadakan uji coba (try out) bertahap pada standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) materi pelajaran yang diujikan, Bedah standar kompetensi kelulusan (SKL), Memberikan tambahan jam pelajaran di luar jam-jam yang biasa diterima di kelas, Mengadakan kemah motivasi untuk memompa semangat dan memberi dorongan kepada siswa kelas ujian dalam belajar, juga mengadakan doa bersama yang dimaksudkan sebagai upaya spiritual guna mendukung kesuksesan siswa dalam menempuh Ujian Nasional (UN), maupun Ujian Akhir Sekolah (UAS). (Sltn)
 

Leave a Reply