SIKL Menjadi Pusat Kegiatan Kurban Masyarakat Indonesia di Malaysia

Berita Utama Humas Komite Sekolah

Loading

Kuala Lumpur – SIKL: Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia menjadi pusat kegiatan “kurban” bagi masyarakat Indonesia di Malaysia. Acara berlangsung pada hari ini, Kamis (23/8) yang diresmikan oleh Wakil Duta Besar RI Minister Counsellor Khrisna K.U. Hanan. Hadir pada kesempatan tersebut  Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Sien Rusdi Kirana, para Home Staff, Lokal Staf, Kepala Sekolah, guru dan siswa, serta masyarakat Indonesia yang berdomisili di sekitar Kuala Lumpur.

Berdasarkan laporan Kepala Sekolah Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd. pada hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah ini, sebanyak 10 ekor sapi dikurbankan, 9 ekor disembelih di lingkungan sekolah, dan 1 ekor disembelih di Lombok untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana alam.

Disampaikan juga bahwa hewan kurban berasal dari Home Staff dan lokal staf, guru dan siswa, wali murid dan komite sekolah serta sumbangan khusus dari Ibu Duta Besar. Adapun daging kurban akan dibagikan kepada 700 penerima yang berhak, berdasarkan data yang dihimpun berapa hari sebelumnya oleh panitia,” jelas Kepala Sekolah.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Pd., berharap semoga dengan diselenggarakannya acara pemotongan hewan kurban di lingkungan sekolah, dapat kiranya menjadi bagian pembelajaran kepada peserta didik untuk menanamkan semangat berkurban, kedisiplinan dan ketaaatan. “Ini kesempatan yang baik bagi guru dan peserta didik semangat bekerja sama dan bergotong royong,” ujar Atdikbud.

Sementara itu, dalam sambutan arahannya, Wakil Duta Besar RI Minister Counsellor Krisna K.U. Hanan menyampaikan bahwa nilai kebangsaan dan keagamaan di lingkungan KBRI dan SIKL sangat kental sekali sehingga acara kurban diselenggarakan berterusan setelah padatnya kegiatan peringatan HUT RI ke-73.

Secara simbolik, penyerahan hewan kurban disampaikan oleh Wakil Duta Besar kepada Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang disaksikan oleh Home Staff, DWP, guru, siswa, komite sekolah  dan masyarakat. (THS)