SIKL Meriahkan Peringatan HUT RI di Kuala Lumpur

Kuala Lumpur – SIKL: Para guru dan siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur ikut andil memeriahkan suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 di Kuala Lumpur, Malaysia. Upara berlangsung di Wisma Duta, Jum’at (17/8) pagi.

Diperkirakan sekitar 500 orang masyarakat Indonesia dengan penuh antusias berbaris rapih di halaman Wisma Duta untuk mengikuti upacara penaikan bendera. Mereka terdiri dari para Home Staff dan Local Staff KBRI Kuala Lumpur, guru dan siswa SIKL, dosen dan mahasiswa Indonesia di Malaysia, ekspatriat dan perwakilan pekerja Indonesia, serta paguyuban masyarakat Indonesia di Malaysia.

Setiap tahunnya, peran guru dan siswa SIKL sangat dominan mewarnai peringatan HUT-RI di Kuala Lumpur karena anggota Paskibraka yang bertugas mengibarkan bendera Sang Merah Putih merupakan siswa SMP dan SMA Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Pada tahun ini, anggota Paskibraka berjumlah 16 orang anggota telah melaksanakan tugas dengan baik setelah dilatih secara intensif oleh Drs. Sudirman Koto dan Inton Tyas Suprapto, S.Pd.

Seusai upacara bendera, juga diadakan berbagai acara tambahan antaranya lomba makan kerupuk untuk siswa jenjang sekolah dasar (SD), lomba sendok-kelereng untuk siswa SMP, dan lomba memasukkan benang dalam jarum untuk golongan dewasa. Perlombaan ini dikoordinir oleh anggota OSIS-SIKL.

Di tengah-rengah meriahnya suasana di Wsisma Duta, dua orang siswa SD SIKL secara spontan menyerahkan lukisan Duta Besar sebagai hadiah ulang tahunnya yang jatuh bertepatan dengan HUT RI. Para siswa lainnya mengiringi dengan lagi “Happy Birth Day” dan tepukan tangan yang gemuruh, membuat suasana Wisma Duta semakin meriah.

Untuk melengkapi kemeriahan, masyarakat disuguhkan makanan khas Indonesia. Dan kepada wartawan yang meliput rangkaian acara tersebut, Duta Besar Rusdi Kirana mengaku senang dan bangga dengan partisipasi masyarakat yang begitu antusias mengikuti pacara bendera. ”Saya terharu dan bangga dengan masyarakat Indonesia di Malaysia. Saya merasa seolah-olah berada di Indonesia,” ujarnya. (THS)