Upaya Peningkatan Prestasi Siswa SIKL di Bidang Seni dan Budaya Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler

Pendidikan adalah sebuah proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat (Depdiknas, 2006:10). Pemberdayaan peserta didik seoptimal mungkin dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam ranah kognitif, psikomotor, dan afektif sehingga peserta didik tersebut mampu menghadapi tantangan globalisasi yang selalu labil sesuai dengan perkembangan zaman.

Pelaksanaan pembelajaran perlu diupayakan keberhasilannya dengan memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi, baik input, proses maupun media yang digunakan (Arikunto 1997:302). Demikian juga dalam mengetahui tercapai peningkatan prestasi seni dan budaya siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur diukur berdasarkan kemampuan dan prestasi seni dan budaya siswa melalui kegiatan-kegiatan soft diplomacy maupun kejuaraan-kejuaraan yang dilaksanakan di Malaysia dan Indonesia.

Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler (Bambang Sudibyo, 2006:19).

Pengaruh lingkungan di Kuala Lumpur terhadap anak-anak Indonesia di SIKL sangatlah berpengaruh terhadap seni dan budaya Indonesia yang dimiliki para siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Dari waktu ke waktu para siswa sekolah Indonesia Kuala lumpur terekspose dengan seni dan budaya orang Malaysia yang sangat berbeda dengan budaya indonesia baik melalui media maupun secara langsung.

Dari permasalahan di atas perlu tindakan untuk mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler untuk siswa-siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur di bidang seni dan budaya Indonesia dengan memberdayakan guru seni dan budaya sekolah untuk peningkatan kegiatan-kegiatan yang bertajuk seni dan budaya Indonesia. Dengan menugasi pembina seni dan budaya untuk memotivasi para siswa sekaligus melaksanakan kegiatan pelatihan melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti seni tari, seni musik angklung, seni musik gamelan, seni musik rampak bedug, seni suara vokal, dan seni bela diri pencak silat.

 

Kegiatan ekstra kurikuler dibidang seni dan budaya dijadwalkan sedemikian rupa sehingga para siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dapat mengikuti kegiatan pelatihan dengan lancar dan baik. Para guru pembina membuat program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa ditinjau dari usia para pelajar.

Hasil dari implementasi kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni dan budaya dapat menorehkan prestasi yang gemilang sebagai berikut:

  1. Para siswa-siswa sekolah Indonesia Kuala lumpur dari Taman kanak-kanak sampai dengan Sekolah Menengah Atas dapat tampil dalam pentas seni yang dilaksanakan setiap akhir tahun pelajaran.
  2. Para siswa-siswa sekolah Indonesia Kuala lumpur dapat tampil dengan gemilang dalam Konser Nusantara Mal;aysia dan Indonesia di Istana Budaya pada bulan maret 2013.
  3. Para siswa-siswa Sekolah In donesia Kuala Lumpur dapat mengisi acara-acara yang dengan menampilkan tari tradisional Indonesia yang diselenggarakan KBRI Kuala lumpur.
  4. Para siswa Indonesia Kuala Lumpur meraih prestasi dalam lomba Apresiasi dan Kreasi Seni SILN yang diselenggarakan Dirjen Dikdasmen Kemdikbud Repbulik Indonesia.

Leave a Reply