1434 H : Kepala SIKL Menunaikan Ibadah Haji

 

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إلَّا إلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ : الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ ، وَمَسْجِدِي هَذَا ، وَالْمَسْجِدُ الْأَقْصَى

“Janganlah menggebu-gebu bepergian (ke tempat tertentu), kecuali untuk pergi ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha.” (Muttafaq ‘Alaih).

 

 

Kuala Lumpur – Menjadi kebanggaan tersendiri bagi siapa saja dari ummat muslim yang bisa menjalankan syariat Allah SWT datang ke tanah suci Masjidil Haram pada bulan Dzulhijjah untuk mengerjakan Ibadah Haji. Mengunjungi Kota Mekah dan Madinah bagi jama’ah haji dari segenap penjuru dunia adalah sesuatu yang lumrah, karena memang diantara kegiatan manasik haji dikerjakan di Masjidil Haram seperti Thowaf dan Sya’i.

 

Jama’ah Haji juga biasanya akan berziarah ke kota Madinah, dimana di kota ini terdapat Masjid Nabawi, karena sebagaimana dianjurankan dalam hadits, seperti yang tersurat diatas yang berarti kurang lebih bahwa; Sepatutnya orang Islam tidaklah menggebu-gebu mempunyai keinginan untuk bepergian menuju kesuatu tempat, kecuali ke tiga tempat, yaitu : Masjidil Haram di Mekah, terus Masjidku ini (Masjid Nabawi) di Madinah, kemudian Masjidil Aqsha di Palestina.

 

Olehkarenanya sudah lazim kalau umat Islam datang berbondong-bondong ingin datang menunaikan rukun Islam yang kelima itu, disamping hal tersebut diatas juga karena Allah menjanjikan melalui Rosulnya barang siapa yang mabrur dalam Ibadah Hajinya, maka tidak ada pahala yang pantas untuk diberikan kepadanya kecuali balasan Syurga.

 

Sebagaimana hadits berikut ini :

( الْحَجَّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ ، قِيْلَ : وَمَا بِرُّهُ ؟ قَالَ : ( إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَ طِيْبُ الْكَلاَمِ  

Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali Surga. Dikatakan (kepada beliau): ‘Apakah bentuk kemabruran dalam haji itu? ‘ Beliau berkata: ‘Memberi makanan dan berbicara yang baik ” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, al-Baihaqi dan al-Hakim).

 

Alhamdulillah, kita bersyukur sekali karena ada diantara keluarga besar kita dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang pada tahun ini 1434 H bisa pergi ke tanah suci untuk menunaikan Ibadah Haji yaitu: Kepala Sekolah Bpk Banjir Sihite Paderaja dan Ibu Masyitoh Sitorus, serta pasangan Ibu Hanum Safnaz (Guru Bahasa Indonesia) dan Suaminya Bpk Herman.

 

Semoga mereka kafilah dari SIKL dapat mengerjakan Ibadah Hajinya dengan lancer, dan kembali lagi ketengah-tengah kita dengan mendapatkan haji yang mabrur. Adapun kita yang belum pergi untuk tahun ini, semoga ditahun-tahun mendatang bisa bergiliran untuk dapat menunaikan syariat ibadah ke Baitullah menjalankan Haji. (Sltn)

Leave a Reply