Kunjungan Menteri Puan Maharani ke SIKL

Kuala Lumpur-SIKL: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani melakukan kunjungan resmi ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Senin (21/8/2017) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Puan Maharani didampingi oleh Duta Besar RI Rusdi Kirana, Wakil Duta Besar Andreano Erwin, Koordinator Pensosbud Trigustono, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., dan Kepala Sekolah Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd. Selain itu, tampak hadir beberapa Diplomat Indonesia serta wakil tokoh masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur.

Acara peresmian dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh Armansyah Harahap,S.Ag. M.Pd. Puan Maharani dan rombongan disambut dengan alunan musik gamelan dan selama berlangsungnya acara, para tamu undangan dihibur dengan persembahan guru dan siswa dengan bermain alat musik Kolintang.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Sekolah Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., mengatakan bahwa tujuan utama kedatangan Menteri Puan Maharani ke sekolah Indonesia Kuala Lumpur adalah untuk penandatangan prasasti penamaan aula sekolah sebagai “Auditorium Taufik Kiemas” sebagai bentuk kunjungan lanjutan dari kunjungan sebelumnya pada tanggal 13 Maret 2017 yang lalu.

Duta Besar RI Rusdi Kirana dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa keluarga Menteri Puan Maharani sangat berjasa kepada Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. “Seperti kita ketahui, ayahnya telah menyumbang untuk membangun Auditorium Sekolah, manakala ibunya telah menyumbang alat musik gamelan dan baru-baru ini Menteri Puan Maharani menyumbang alat musik Kulintang, oleh karena itu, sangat sesuai kalau bangunan ini kita beri nama Auditorium Taufik Kiemas,” tegas Duta Besar.

Sementara itu, dalam pidatonya Puan Maharani menceritakan bagaimana ayahandanya Taufiq Kiemas memberitahunya tentang sumbangan untuk membangun Auditorium Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. “Saya ingat ayah saya bercerita tetapi saya tidak pasti kapan dan juga tidak pasti bagaimana bentuk bangunan yang dimaksud itu,” kisahnya.

“Pada bulan Maret 2017 yang lalu ketika saya berkesempatan berkunjung ke sekolah ini, Atase Pendidikan dan Kepala Sekolah menegaskan kembali bahwa gedung yang kita tempati ini benar-benar dibangun dari sumbangan ayah saya. Maka pada hari ini sesuai kesepakatan bersama, kita beri nama gedung ini dengan Auditorium Taufiq Kiemas,” uangkapnya lagi.

Seusai penandatanganan prasasti, Menteri Puan Maharani menyempatkan diri beramah tamah dan foto bersama dengan anggota Purna Paskibra dan anggota Pasukan Pramuka Gudep 001-002 KBRI Kuala Lumpur. (THS)