Tim Peneliti SIKL Raih Medali Best Award dari Universiti Pertahanan Nasional Malaysia

Berita Utama Prestasi

Loading

Kuala Lumpur-SIKL: Tiga siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), berhasil menerima penghargaan Best Award untuk ktegori siswa dalam Defence, Security, and Sustainability (DSS) Exhibition 2024 yang diselenggarakan oleh Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM), tanggal 24-25 April 2024.

Adapun siswa yang berhasil memperoleh penghargaan tersebut, adalah para siswa kelas 11 MIPA, yakni Hafiz Maulana Hudha, Syaqiena Oceanix Hindi Andrea Sudrajat, dan Farrel Ravi Adimiharja.

Divisi Riset dan Inovasi (BPI) UPNM menyelenggarakan Pameran Pertahanan, Keamanan, dan Keberlanjutan 2024 (DSS 2024), sebagai wadah bagi para peneliti untuk mempresentasikan dan memamerkan hasil penelitiannya khususnya di bidang pertahanan dan keamanan dengan mengusung tema Human-Centered Discovery And Innovation.

Kegiatan ini diikuti oleh beberapa perguruan tinggi/lembaga penelitian/lembaga/sekolah dari dalam Malaysia dan luar negeri. Oleh karena itu, keikutsertaan pameran internal ini akan diperhitungkan oleh BPI sebagai wadah bagi peserta untuk mengikuti pameran di tingkat internasional.

Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Friny Napasti, M.Pd., mengaku senang dan bangga kepada para siswa SIKL penerima penghargaan. “Siswa SIKL berhasil lolos dari 142 peneliti yang bukan saja pelajar, tetapi juga para dosen dan peneliti lain yang sudah sangat berpengalaman,” ujar kepala sekolah.

Koordinator Divisi Prestasi SIKL Deany Yasir Wirya, S.Pd., yg hadir saat kegiatan tersebut, bahwa para juri sangat terkesan dengan project dari Tim Hafiz, Syaqiena, dan Farel yang berjudul Eco-Friendly Bricks with Waste Paper. Bahkan “Timbalan Menteri Pendidikan Tinggi menyempatkan diri untuk berkunjung ke booth pameran tim SIKL untuk mendapatkan penjelasan tentang projek yang dikerjakan oleh siswa siswi SIKL,” jelas Deany Yasir Wirya.

Sementara itu, Hafiz Maulana Hudha selaku ketua Tim menyatakan bahwa dalam proyek ini, limbah kertas diolah menjadi serat dan dimanfaatkan sebagai bahan baku bahan penguat pada batu bata semen. Para peserta merobek-robek sampah kertas menjadi komponen berserat dan mengintegrasikannya ke dalam proses pembuatan batu bata, kami melestarikan sumber daya, meminimalkan penggunaan tempat pembuangan sampah, dan menurunkan karbon. Jejak yang terkait dengan produksi batu bata tradisional.

“Ini sangat inovatif, pendekatan ini tidak hanya mengurangi beban limbah kertas namun juga meningkatkan integritas struktural batu bata, menjadikannya lebih tahan lama dan ramah lingkungan,” tegas Hafiz. (THS/DYW)