Monthly Archives: October 2017

Sekolah Diminta Perkuat Literasi Siswa

Kuala Lumpur – SIKL: Sekolah Indonesia Kuala Lumpur diminta supaya memperkuat gerakan literasi dikalangan siswa dan juga guru-gurunya yang diaplikasikan dalam pengertian sederhana yaitu kebiasaan membaca dan menulis secara konsisten. Hal tersbut disampaikan oleh Sulton Kamal, S.Ag dalam pidato sambutannya ketika bertindak sebagai pembina upacara bendera Senin (23/10) pagi

Menurut Sulton Kamal, gerakan Literasi Sekolah (GLS) secara resmi digaungkan sejak menteri Anies Baswedan melalui Permendikbud Nomor 23/2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) pada peserta didik di sekolah, yang kemudian dilanjutkan oleh menteri Muhammad Muhajir Efendi di zaman Peresiden Jokowidodo sekarang ini.

“Kebijakan ini lahir karena adanya hasil uji pada Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan terhadap peserta didik sekolah di Indonesia,” jelas Sulton Kamal dan melanjutkan bahwa PISA merupakan sistem ujian yang diinisiasi oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) dengan maksud untuk mengevaluasi sistem pendidikan dari 72 negara di seluruh dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Sulton Kamal memaparkan banyak hal termasuk bahwa setiap tiga tahun, siswa berusia 15 tahun dipilih secara acak, untuk mengikuti tes dari tiga kompetensi dasar yaitu membaca, matematika dan sains. PISA mengukur apa yang diketahui siswa dan apa yang dapat dia lakukan (aplikasi) dengan pengetahuannya.

“Pada uji PISA 2012 menunjukkan bahwa peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-64 dengan skor 396 padahal skor rata-rata OECD 2012 adalah 496. Sekedar membandingkan saja, ternyata Indonesia kalah jauh dibawah Vietnam yang Reading Scorenya sampai 508, Thailand 441, maupun Malaysia 398, apalagi dengan Singapore 542 dan China 570.”

“Sementara itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam release-nya pada 6 Desember 2016 tentang hasil kajian 72 negara peserta survei PISA 2015, menunjukkan bahwa kemampuan membaca (Reading activities) peserta didik Indonesia belum mengalami peningkatan yang signifikan, skornya 397 hanya naik satu angka saja dari skor yang dicapai pada tiga tahun sebelumnya. Perolehan skor ini masih dibawah capaian negara-negara lain, dan juga tergolong dalam kategori yang rendah, karena perolehan rerata negara-negara OECD peserta survei PISA adalah 496.”

“Oleh Karena itu Gerakan Literasi Sekolah (GLS) harus disambut dengan antusias oleh setiap warga sekolah demi terwujudnya generasi anak bangsa yang lebih baik,” tegas Sulton Kamal yang menilai bahwa khususnya bagi sekolah-sekolah Indonesia yang berada pada golongan daerah 3T yaitu sekolah yang ada di garis terdepan, terluar dan tertinggal. Sekolah Indonesia di luar negeri seperti Sekolah Indonesia Kuala Lumpur adalah salah satunya karena memang berhadapan dengan bangsa lain di negara setempat. (THS)

Kepsek SIKL Ketuai Muker Kepala Sekolah SILN se-Dunia

Bandung – SIKL: Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., terpilih dan dipercayai sebagai ketua Musyawara Kerja Kepala Sekolah Indonesia Luar Negeri (MKKSILN) yang berlangsung di Bandung, tanggal 18-21 Oktober 2017.

Rakor Kepala SILN yang ada di seluruh negara-negara sahabat tersebut diadakan untuk membahas berbagai hal terkait pengembangan layanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri baik itu yang berkaitan dengan pendidikan formal maupun non formal.

Hadir beberapa nara sumber pada Rakor dan Lokakarya kepala SILN tersebut antaranya Sekjen Kemdikbud, Kapus Diklat Kemdikbud, Kapus Kurikulum, dan banyak lagi pembicara sesuai bidang masing-masing.

“Banyak hal positif terselesaikan dalam pertemuan tersebut, khususnya membahas mekanisme dan tata kelola SILN sesuai ketentuan Kemdikbud. Tentu dibahas juga hal-hal yang berkaiatan dengan kepentingan guru SILN supaya kedepan guru SILN benar-benar dihargai dalam hak dan kewajibannya,” papar H. Agustinus.

Di sela-sela Rakor dan Lokakarya, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan Kepala TU-SIKL Budi Siswanto berkesempatan bersilaturrahmi dengan mantan Kepala Sekolah SIKL Bpk. Abdul Djawad sekaligus menjenguk putra beliau yang sedang dirawat di rumah sakit. (THS)

 

Di Bali, Anggota Purna Paskibra KBRI Tekuni Budaya Lokal

Denpasar-SIKL: Pulau Dewata menjadi tujuan study tour anggota purna Paskibra KBRI Kuala Lumpur untuk menambah wawasan dan bertukar pengalaman banyak hal khususnya dengan para purna paskibra dari SMKN 1 Denpasar terkait kearifan budaya lokal pulau wisata termasyhur di dunia itu.

Selama bersilaturrahmi ke sekolah tersebut, rombongan yang terdiri dari guru dan siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) itu disambut dengat hangat oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Denpasar I Ketut Suparsa ST., MT bersama guru dan staf serta para pengurus OSIS.

Setibanya rombongan SIKL di lingkungan sekolah, mereka disambut dengan persembahan tarian Sekar Jagat yang oleh masyarakat Hindu Bali, tarian tersebut biasanya digunakan sebagai tarian pembukaan dalam satu acara penting.

Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolahnya, bahwa fokus SMKN 1 Denpasar adalah di bidang teknologi. Pihak sekolah merasa sangat senang sekali dengan kunjungan SIKL dan berharap dapat menjalin hubungan lebih baik kedepannya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SIKL Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., mengaku sangat berterima kasih dan senang bisa berkunjung ke SMKN 1Denpasar dan diterima dengan begitu mesra. “Kita tunggu kunjungan balasan pihak SMKN 1 Denpasar bertandang ke Kuala Lumpur lagi,” undang H. Agustinus Suharto secara lisan sambil melirik kepada Kepala Sekolah SMKN 1 Denpasar.

Sebagai tanda ingat, kedua pihak mengakhiri pertemuan dengan bertukar cideramata sebagai kenang-kenangan. (THS

Peran SIKL Dalam Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Malaysia

Kuala Lumpur-SIKL: Guru dan siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) telah berperan penting dalam mensukseskan acara “Malam Kebudayaan Indonesia-Malaysia” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur di Auditorum Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (DBKL) Rabu, 3 Oktober 2017 dalam rangka memperingatai 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia Malaysia dengan teman “Mempererat Hubungan Persahabatan Dua Negara.”

Hadir pada kesempatan tersebut Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana, Wakil Sekjen Majlis Profesor Negara Malaysia Kamaruddin Md. Said, Diplomat Indonesia di Malaysia, Kepala Sekolah Indonesia Dr.H. Agustinus Suharto, M.Pd., guru dan siswa SIKL, Ketua dan anggota DWP KBRI Kuala Lumpur, pejabat dari Jabatan Pendidikan Malaysia, Wisma Putra, DBKL, serta guru dan siswa sekolah Malaysia.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Malaysia “Negaraku.” Para tamu undangan disambut dengan tarian “Pasembahan” kolaborasi penari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan siswa Malaysia peserta workshop.

Dalam pidato sambutannya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof Dr. Ari Purbayanto menyampaikan bahwa  malam Kebudayaan Indonesia-Malaysia merupakan acara kemuncak dari” Workshop Budaya Indonesia” yang selama ini dibuka secara gratis bagi mahasiswa dan siswa sekolah di Malaysia.

Workshop budaya Indonesia merupakan program Rumah Budaya Indonesia (RBI) yang telah berlangsung sejak tahun 2016. “Berdasarkan keikutsertaan, setiap tahun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2016 pesertanya berjumlah 50 orang dan pada tahun 2017 diikuti oleh 72 orang. Dengan demikian, alumni Workshop berjumalh 122 orang, papar Prof Ari Purbayanto.

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sebagai Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Kuala Lumpur telah dijadikan tempat pelaksanaan kelas-kelas seni budaya dimaksud, seperti kelas membatik, kelas tarian, kelas angklung, dan kelas gamelan yang intrukturnya merupakan guru di SIKL.

Duta Besar RI Rusdi Kirana dalam sambutannya menyatakan bahwa Indonesia dan Malaysia adalah negara bertetangga yang penuh dinamis. “Suka atau tidak suka, Indonesia dan Malaysia harus bisa bekerja sama karena dalam bertetangga pasti timbul masalah yang harus diselesaikan dengan hati yang baik dan tenang,” ujar Duta Besar yang sekaligus menutup dengan resmi acara Workshop budaya Indonesia untuk siswa Malaysia.

Duta Besar melanjutkan bahwa KBRI Kuala Lumpur menilai acara seperti ini merupakan langkah positif dalam mewujudkan hubungan yang baik kedepan. “Kita akan terus mendukung kegiatan bersama Indonesia-Malaysia dalam berbagai bidang khususnya bidang sosial dan budaya,” tegasnya.

Malam kebudayaan Indonesia-Malaysia berlangsung meriah dengan berbagai persembahan kesenian dan tarian oleh siswa-siswi SIKL dan siswa-siswi sekolah Malaysia yang selama ini menjadi peserta workshop.

Seperti tahun sebelumnya, acara workshop tahun 2017 didukung juga oleh Fungsi Pensosbud KBRI, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, dan kerajaan Malaysia. (THS)