PESERTA HOMESTAY SIKL BETAH DI AUSTRALIA

Kuala Lumpur, Buletin Cantrik (14/8) – Peserta homestay yang berjumlah sembilan siswa dengan dua orang guru pembimbing yaitu Bapak Budi Siswanto dan Ibu Aan Mulyani, mengunjungi Ferny Grove State High School di Brisbane, negara bagian Queensland. Kegiatan ini adalah homestay kedua bagi SIKL, yang pertama pada tahun 2008 mengunjungi Alexandra Secondary College di Alexandra, negara bagian Victoria. Kegiatan homestay siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) ke Australia merupakan satu kegiatan yang ditunggu-tunggu.

Pada tanggal 5 Juli 2012 pukul 05.00 pagi hari, rombongan dilepas oleh Kepala SIK, Ibu Elslee Y.A Sheyoputri dan beberapa anggota Badan Pembina SIK yaitu Bpk. Agus Triyanto dan Bpk. Benny Iskandar. Kepala SIK dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada peserta homestay agar selalu menjaga nama baik diri, sekolah dan bangsa dalam bersikap dan bertindak sebagai tamu di

negeri orang. Rombongan bertolak ke KLIA pada pukul 05.15 pagi untuk kemudian terbang selama sembilan jam menuju Sidney.

Kegiatan Homestay berlangsung selama sembilan hari, yaitu tanggal 5-13 Juli 2012. Pada hari pertama dan kedua, rombongan berkeliling kota Sidney. Selain menikmati keindahan kota, mereka juga mengunjungi Opera House, Madame Tussaud Wax Museum dan Paddy’s market untuk berbelanja oleh-oleh. Pada hari ketiga peserta Homestay mengunjungi kota Canberra yang merupakan pusat pemerintahan Australia. Pada tanggal 9 Juli 2012, barulah rombongan bertolak dari Sidney menuju Brisbane dengan menempuh perjalanan selama dua jam dengan pesawat terbang.

Tiba di Ferny Grove State High School rombongan disambut oleh Head of Language Department, Dr. Helen Seth dan School Principal, Mr. Mark Breckenridge. Selanjutnya peserta Homestay berkenalan

dengan saudara asuh dan pada jam pulang sekolah dijemput oleh orangtua asuh masing-masing.

Peserta homestay mengikuti kegiatan pembelajaran Saudara asuh mereka selama di sekolah dan mengikuti SIK Class selama dua jam sehari yang diisi oleh pembimbing untuk mengevaluasi kegiatan dan memberikan berbagai informasi terbaru. Pembelajaran yang diikuti peserta homestay di sekolah tersebut antaranya Sains, Matematika, Bahasa Inggris, Seni dan Pendidikan Jasmani.

“Saya senang dan betah di sana. Pengalaman bertambah, tentunya. Tinggal beberapa hari di rumah keluarga asuh, jadi tahu budaya dan gaya hidup mereka”, demikian kata Alfattah Abdillah salah seorang peserta (kelas XI IPA) yang mengikuti kegiatan tersebut.

Leave a Reply